Helmi Umar Muchsin: Nilai-nilai Budaya Adalah Energi Masyarakat Halsel

0
Sidang penetapan WBTB-Indonesia Provinsi Maluku Utara. (Istimewa)

PENA – Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI ialah warisan budaya di suatu tempat. WBTB ditetapkan oleh negara-negara anggota UNESCO dalam kaitannya dengan warisan dunia berwujud yang berfokus pada aspek-aspek budaya tak benda.

Bagi calon bupati Halmahera Selatan (Halsel) Helmi Umar Muchsin (Humanis), WBTB ialah jalan hidup masyarakat Halsel yang sejauh ini belum dijadikan perhatian serius. Lewat nilai-nilai budaya yang ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Halsel telah membantu membuka jalan hidup masyarakat kita.

Sebagai salah satu kabupaten di Maluku Utara, Halsel merupakan wilayah yang dari aspek kebudayaan memiliki kekayaan budaya yang kian beragam. Namun, bila kekayaan budaya tidak dikelola secara maksimal untuk penghidupan masyarakat, tentu harapan untuk hidup harmonis dan berkemajuan bakal sulit dibangun.

Dengan begitu upaya melestarikan kebudayaan serta menjadikannya sebagai prinsip hidup, bagi Helmi, merupakan kewajiban semua warga yang hidup di Halsel.

“Bagaimana mungkin kita dapat saling mengenal, mengasihi, peduli dan bertanggung jawab, sementara nilai-nilai kebudayaan yang menuntut kita untuk hidup sering diabaikan,” ungkapnya.

Lanjut Helmi, sesuai surat keputusan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud tanggal 10 Juli 2020 mengenai hak paten warisan budaya tak benda (WBTB), dari 22 karya budaya Maluku Utara yang diusulkan ada 14 karya ditetapkan. Karya budaya dari Halsel merupakan yang terbanyak, yakni 6 karya. Diantaranya, Popas Lipu, Arungi Nusa, Batijak Kakang Lecak, Tarian Dendang, Batu Bacan, dan Tari Togal.

Helmi mengapresiasi terobosan dan kepedulian pemerintah Halsel dalam mengangkat jati diri masyarakat berdasarkan semangat kebudayaan hingga dipatenkan menjadi WBTB.

“Apa yang telah dirintis Bupati dan Wakil Bupati Halsel mengenai kebudayaan kita, sudah sepantasnya dijaga. Sementara nilai-nilai kebudayaan yang tak benda dan belum terpatenkan bakal menjadi tanggung jawab kita bersama untuk didorong mendapatkan hak paten,” tegas Helmy.

Hello Humanis (Akronim Helmi Umar Muchsin dan La Ode Arfan) akan merawat dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan masyarakat Halsel agar menjadi energi dan jalan hidup bersama.

“Insya Allah, jika saya dan Pak La Ode Arfa diberi amanah oleh Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, dan didorong oleh doa da ridho masyarakat di 30 kecamatan dan 249 desa di Halsel, maka kita akan mendorong nilai-nilai kebudayaan Halsel untuk dipatenkan. Tidak hanya mendapat pengakuan di pusat, tapi juga diakui dunia melalui UNESCO,” tandas Helmi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here