Lagi, BNNP Malut Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas Antar Provinsi

0
Suasana konferensi pers penangkapan narkoba yang dipimpin kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Roy Hardi Siahan. (Nda/Penamalut)

PENA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara kembali menangkap dua pelaku penyalahgunaan narkotika jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ternate dan Makassar.

Kedua tersangka insial J alias Deni (34) dan M alias Ulis (33) itu ditangkap pada Kamis (18/2) malam tadi. Tersangka Ulis merupakan narapidana Lapas Kelas IIA Ternate yang diduga memiliki jaringan narkoba di Lapas Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Penangkapan keduanya bermula ketika petugas mendapat informasi adanya pengiriman paket yang diduga berisi narkoba. Petugas lalu melakukan penyelidikan terhadap paket yang dikirim atas suruhan salah satu penghuni Lapas Makassar.

Paket tersebut dikirm ke Ternate dan ditujukan ke salah satu penghuni Lapas Ternate, M alias Ulis. Berdasarkan informasi dari jasa pengiriman, diketahui paket yang diduga narkotila telah diantar oleh kurir ke rumah adik Ulis di Kelurahan Akehuda, Kota Ternate.

Ulis yang mengendalikan narkoba tersebut dari Lapas, kemudian menghubungi temannya, Deni, untuk mengambil paket tersebut di rumah adiknya. “Pada pukul 15.28 WIT saat tersangka Deni mengambil barang itu, petugas langsung menciduknya,” jelas Kepala BNNP Malut, Brigjen (Pol) Roy Hardi Siahaan  dalam jumpa pers, Jumat (19/2) tadi

Saat diamankan, petugas mendapati barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 125 sachet dengan berat 108,12 gram atau 1 ons 8 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan satu buah handpone (HP) jenis dan 4 oli padat gemu/stempet. “Modusnya paket tersebut dibungkus dengan empat kaleng oli padat atau gemu,” ujar Roy.

Tidak berhenti disitu, petugas kemudian melakukan pengembangan dan ditangkaplah tersangka Ulis yang saat itu berada di Lapas kelas IIA Ternate sekira pukul 22.00 WIT. Sementara terkait keterlibatan napi di Lapas Makassar, saat ini BNNP Malut masih melakukan pengembangan dan koordinasi terhadap pihak Lapas Makassar.

Atas perbuatannya, kedua tersangka ini dijerat pidana dalam pasal 112 ayat (1), 114 ayat (1) dan pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun sampai seumur hidup, serta denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 10 miliar rupiah,” pungkasnya menutup. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here