Ketua DPRD Malut Minta Pemprov Segera Salurkan Anggaran Hibah Perusahaan

0
Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud. (Istimewa)

PENA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menerima anggaran hibah untuk penanganan covid dan pemulihan ekonomi dari empat perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Malut. Total anggaran hibah yang diterima Pemprov ini sebanyak 10,2 miliar.

Anggaran hibah ini diterima Pemprov Malut sejak Desember 2020 lalu. Namun sampai saat ini anggaran tersebut masih terparkir di kas daerah. Belum diketahui skema penyaluran anggaran ini seperti apa.

Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud, meminta kepada Pemprov Malut agar menggunakan anggaran tersebut untuk keperluan penanganan covid. “Hibah ini kan sudah masuk, harus digunakan untuk kepentingan masyarakat. Apalagi saat ini pendemi covid masih berlangsung. Jadi harus segera disalurkan,” desaknya.

Menurut Kuntu, anggaran hibah tersebut tidak boleh mengendap terlalu lama di kas daerah. Apalagi kabupaten/kota juga membutuhkan penanganan covid maupun pemulihan ekonomi. “Kalau tidak ya harus digunakan untuk keperluan apa begitu. Jangan dibiarkan mengendap begitu,” ujarnya.

Ia bilang, hibah perusahaan ini tujuannya digunakan untuk kemanusiaan. Sehingga itu, harus secepatnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. “Kalau belum disalurkan, terus kira-kira kapan mau digunakan anggaran tersebut. Ini harus jelas,” tandasnya.

Sekedar diketahui, empat perusahaan yang telah menyetorkan bantuan hibah itu yakni PT. Weda Bay Nickel senilai Rp. 4 miliar, PT. Trimegah Bangun Persada senilai Rp. 4 miliar, PT. Wanatiara Persada senilai Rp. 2 miliar, dan PT. Harum senilai Rp. 200 juta. (ask)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here