PENAMALUT.COM, TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui transformasi digital sebagai langkah strategis menghadapi perkembangan ekonomi modern.
Hal itu disampaikan Sherly saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital yang digelar Bank Indonesia di Sahid Bela Ternate, Senin (20/4).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Maluku Utara, Kepala Kanwil DJPb, Sekretaris Daerah Maluku Utara, serta ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Ternate.
Dalam sambutannya, Sherly menyebut pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal yang penting dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berdaya saing.
“Karena itu, kita hadir di sini untuk berkolaborasi bersama Bank Indonesia dengan satu tujuan, yaitu menyiapkan langkah agar perempuan Maluku Utara benar-benar berdaya,” ujar Sherly.
Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam penguatan ekonomi daerah, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara. Menurutnya, perempuan harus berani mengambil peran, risiko, serta terus mengembangkan potensi diri.
Sherly juga mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen perekonomian Maluku Utara ditopang oleh sektor UMKM. Karena itu, penguatan sektor ini dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelaku UMKM harus dekat dengan kebutuhan pasar dan tidak mudah menyerah. Tugas pemerintah bukan mengubah, tetapi memperkuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai ekonomi digital menjadi solusi atas tantangan geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan. Dengan digitalisasi, pelaku UMKM di pulau-pulau kecil hingga wilayah Halmahera kini dapat menjangkau pasar yang lebih luas hanya melalui perangkat ponsel.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pemicu awal untuk memahami dan memanfaatkan ekonomi digital secara nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta, khususnya pelaku UMKM perempuan. Ia menyebut kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini.
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas UMKM agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kemajuan ekonomi akan sangat ditentukan oleh kesiapan kita bertransformasi. Ada target rasio agar UMKM bisa naik kelas di tingkat nasional,” ujarnya.
Handi juga mengungkapkan, berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT), terdapat sekitar 30,19 juta UMKM di Indonesia yang berkontribusi hingga 60 persen terhadap perekonomian nasional.
“Karena itu, Bank Indonesia terus menghadirkan berbagai program dan strategi untuk mendukung UMKM agar tetap bertahan, tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya. (ask)












