DPRD Halbar Tolak Pembangunan Puskesmas Yang Dibangun di Atas Lapangan

  • Bagikan
Lapangan depan Kantor Camat Sahu Timur yang menjadi lokasi pembangunan Puskesmas Akelamo. (Istimewa)

PENAMALIT.COM, JAILOLO – DPRD Kabupaten Halmahera Barat secara kelembagaan menolak pembangunan gedung Puskesmas Akelamo yang berlokasi di lapangan depan Kantor Camat Sahu Timur.

Pasalnya, lapangan tersebut biasanya digunakan masyarakat untuk upacara dan hajatan keagamaan atau ritual adat lainnya.

Penolakan ini disampaikan sejumlah fraksi di DPRD Halbar usai melakukan hearing dengan perwakilan warga Kecamatan Sahu Timur, Senin (12/7).

Edi Yauw, salah satu perwakilan masyarakat mengungkapkan bahwa lapangan tersebut sering dilaksanakan berbagai event. Maka dari itu, tidak boleh dibangun bangunan apapun di lokasi tersebut.

“Jangan menanggap bahwa tanah itu sebagai tanah kosong, fakta yang terjadi seperti pasar yang dibangun di atas lahan terminal yang kosong, tapi pasar tersebut tidak ada gunanya,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga ini, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Halbar, Nikodemus H. David menyatakan bahwa masalah ini sebagai pekerjaan rumah untuk anggota DPRD daerah pemilihan II Sahu dan Sahu Timur. Untuk itu dia mengajak untuk memberikan dukungan terkait usulan dari warga Sahu Timur itu.

“Saya sebagai Ketua Fraksi Gerindra dan juga ketua komisi II mendukung sepenuhnya tuntutan warga agar puskesmas saat ini jangan lagi dibangun di atas lapangan tersebut, harus segera dihentikan pekerjaannya,” pintanya

Senada dengan Nikodemus, Ketua Fraksi Golkar Joko Ahadi menyatakan bahwa sebelumnya ada pasar yang dibangun Pemkab Halbar di atas lahan terminal, padahal itu terminal. Berangkat dari pengalaman tersebut, maka ia menilai pembangunan di Halbar ini tidak menggunakan akal.

“Semisalnya juga di lapangan Sasadu dengan pandangan mata yang bagus dibangunlah rumah susun, jadi tata ruang Halbar memang tidak ada,” ujar Joko.

Menurutnya, soal pembangunan Puskesmas saat ini juga tidak terlalu urgen yang kelihatannya banyak pembangunan Puskesmas juga terabaikan dan para tenaga medisnya tidak ada.

“Terus pemerintah mau membangun dengan mengabaikan kepentingan masyarakat. Begitu,” sesalnya.

Dirinya meminta DPRD Halbar harus merekomendasikan ke Pemkab Halbar agar membangun harus menyiapkan lahan terlebih dahulu.

“Banyak bangunan yang dipaksa  bangun dengan lokasi yang tidak strategis seperti pasar di Kecamatan Jailolo Selatan dan juga Kecamatan Tabaru, cuma bangun begitu dan tinggalkan hingga rerumputan naik mengelilingi bangunan. Ini karena tidak adanya skenario pembangunan yang strategis,” tukasnya.

Selain Fraksi Gerindra dan Golkar, Fraksi PKB, Fraksi Demokrat, Fraksi PDIP, Fraksi Hanura, dan Fraksi Gabungan Nasional Amanat Sejahtera (NAS) juga bersepakat menolak pembangunan gedung puskesmas di lokasi tersebut.

Bahkan Fraksi NAS menganggap pemerintah daerah masa bodoh dengan kepentingan masyarakat. Yang dipikirkan pemerintah adalah projek pemerintah pusat ditarik ke daerah seperti pembangunan pasar yang setelah dibangun hingga saat ini tidak dapat difungsikan.

Sementara Ketua DPRD Halbar, Charles Richard Gustan mengatakan, lembaga DPRD bukan menahan pekerjaan puskesmas tersebut, akan tetapi soal lokasi yang tidak diatur secara baik oleh pemerintah daerah.

“Jadi bukan penghentian pembangunan puskesmas, tapi penghentian pekerjaan puskesmas di lokasi lapangan depan Kantor Camat Sahu Timur tersebut,” tandasnya Charles yang juga Sekretaris DPC PDIP Halbar itu. (yadi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!