banner 1080x1080 banner 1080x1080 banner 1080x1080

Pakai Dana Desa, Para Kades di Halbar Patungan Beli Hewan Kurban

  • Bagikan
Penyaluran hewan kurban hasil patungan para kades di Halbar. (Erdit Senaen)
banner 468x60

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Kepala desa (Kades) se-Kabupaten Halmahera Barat menyumbangkan hewan kurban kepada Pemerintah Kabupaten Halbar. Hewan kurban berupa sapi yang disumbang para Kades ini merupakan hasil patungan menggunaakan dana desa.

Terdapat 155 hewan kurban yang disumbangkan kepada Pemkab Halbar, selanjutnya Pemkab Halbar akan menyalurkannya sapi kurban ini ke warga yang ada di wilayah Halbar.

“Jadi kami (Pemkab Halbar) siapkan 10 ekor sapi ditambah para kepala desa, sehingga totalnya 165 ekor sapi yang akan disalurkan ke masyarakat,” jelas Bupati Halbar, James Uang, yang ditemui usai penyerahan sapi kurban bertempat di Kantor Camat Jailolo, Senin (19/07) sore tadi.

Ia menuturkan, kebijakan yang diambil pada hari raya Idul Adha kali ini untuk hewan kurban disumbangkan dari masing-masing desa di kabupaten Halbar. Terkecuali desa-desa yang ada di Kecamatan Jailolo Timur (Jaltim) yang tidak dibebankan, lantaran Kecamatan Jaltim baru dibentuk dan belum ada dana desanya.

Bahkan kata Ketua DPC Demokrat Halbar ini, dirinya dan wakil bupati mengambil kebijakan untuk Idul Adha tahun ini dari Nasrani pun ikut menyumbang hewan kurban.

“Ini salah satu bentuk implementasi hidup toleransi antar sesama umat beragama di Halbar,” tukasnya.

James juga bilang, ia mendapat laporan di Kecamatan Tabaru ada pendamping desa yang bilang ke Kadesnya untuk tidak ikut menyumbamg dengan menggunakan dana desa, sebab nanti menjadi temuan. Ia menegaskan bahwa nantinya akan dibuat Peraturan Bupati (Perbup) untuk memback-up kebijakan tersebut.

“Kades tidak ada masalah, kalau masuk bui, saya dan wakil bupati yang masuk,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Halbar ini juga mengatakan, dalam kondisi covid seperti, sumbangan untuk saudara-saudara yang fakir miskin adalah sebagai ibadah.

“Ini dalam rangka memberi kondisi yang bagus terhadap masyarakat yang menerima, khususnya masyarakat yang tidak mampu. Masak dihalang-halangi dengan alasan nanti temuan BPK. Ini hal kecil. Nanti dibuat Perbup sebagai payung hukumnya,” tukasnya.

“Saya kira ini tidak ada masalah. Korupsi saja boleh, masak sudara- sudara yang tidak mampu dibiarkan. Ini hanya sebagian kecil dana desa yang kami bayarkan dengan APBD di Halbar, tidak boleh kita berkeberatan,” katanya lagi.

Sementara salah satu Kades yang enggan menyebut namanya mengungkapkan, kebijakan penganggaran hewan kurban yang melalui dana desa ini pihaknya dibuat kesulitan dalam acuan regulasinya, sebab masuk dalam bidang pembinaan.

Namun, lanjut dia, Bupati James menyatakan akan membuat payung hukum Perbup, sehingga memungkinkan desa bisa menganggarkan melalui dana desa.

Ia juga menyebut setiap desa dianggarkan bervariasi, tergantung bobot dan berat badan sapi.

“Kalau di desa saya dianggarkan Rp 18 juta untuk satu ekor sapi. Aa juga yang dianggarkan 16 juta, 15 juta, dan juga 10 juta, tergantung bobot sapi yang dibeli. Kalau beratnya 150 sampai 160 kilogram, pasti harganya bisa capai 17 sampai 18 juta,” terangnya. (yadi/ask)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *