Rayakan HUT RI ke-76 dan HUT KNPI ke-48, KNPI Malut Gelar Lomba Menulis Esai

  • Bagikan
Flyer lomba menulis esai yang yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Maluku Utara.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Punya semangat mengedepankan budaya literasi dalam setiap program kerjanya, DPD KNPI Maluku Utara (Malut) kembali membuka lomba menulis esai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-76 dan HUT KNPI ke-48 tahun ini.

Tema untuk esai yang diangkat pada lomba kali ini adalah Edukasi dan Literasi Covid-19. Lomba tersebut dibuka untuk umum dan bebas biaya pendaftaran. Kegiatan ini telah dimulai sejak tanggal 22 Juli lalu, yang bertepatan dengan hari pertama pendaftaran dan pengiriman naskah esai.

Hari terakhir pengiriman naskah esai adalah tanggal 4 Agustus mendatang. Setelah itu, semua naskah yang dikirim akan dinilai oleh para dewan juri yang berkompeten dari tanggal 6 hingga 15 Agustus.

Dewan juri terdiri dari Dr. Herman Oesman yang merupakan akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Agus Salim Bujang dari IAIN Ternate dan Mahmud Ichi yang juga jurnalis senior Malut.

Usai itu, tanggal 17 Agustus para pemenang lomba akan diumumkan. Lalu berlanjut dengan penyerahan hadiah pemenang tanggal 18 Agustus. Meski rangkaian kegiatan berakhir di saat penyerahan hadiah pemenang, 20 karya terbaik yang dilombakan nantinya akan dibukukan oleh penyelenggara. Buku yang telah diterbitkan juga nantinya akan di-launching, dan 20 peserta yang naskahnya terbit diberikan buku secara gratis.

Syarat-syarat pendaftaran peserta lomba menulis esai.

“Tidak itu saja, dalam lomba ini pemenang pertama hingga keempat akan mendapatkan total uang tunai sebesar Rp 10 juta. Dan untuk semua peserta kita berikan piagam penghargaan,” jelas Ketua Panitia Lomba Menulis Esai DPD KNPI Malut, Rahmat R. Wali, Ahad (25/7) hari ini.

Alasan Covid-19 diangkat sebagai tema lomba menulis esai, sambung Rahmat, karena untuk mengetahui sejauh mana sudut pandang khalayak kepada Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir kurang lebih 2 tahun ini.

“Pola penanganannya, aturan terkait memutus mata rantai penyebarannya, hingga bagaimana dampaknya kepada masyarakat luas penting untuk kita ketahui. Karena karya esai itu bisa hasil dari pengalaman, pengamatan dan hasil wawancara dari para peserta yang penting untuk dibagikan kepada publik,” jelas Rahmat.

Rahmat berharap, informasi perlombaan ini bisa tersebar luas untuk meningkatkan minat menulis seluruh lapisan masyarakat di Maluku Utara.

“Target kami minat menulis bisa meningkat di tengah masyarakat kita. Dengan begitu, budaya literasi dan edukatif dapat terjaga dengan baik,” tutupnya. (*)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!