Jika Bermasalah, Pilkades di 78 Desa di Sula Bakal Ditinaju Kembali

  • Bagikan
Kabag Pemerintahan Setda Sula, Suwandi Hi. Gani. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, SANANA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula bakal melakukan investigasi terhadap pelaksanaan pemelihan kepala desa (Pilkades) serentak di 78 desa pada April 2021 lalu.

Investigasi ini bertujuan untuk mencari tahu apakah proses Pilkades itu dilakukan secara administrasi bermasalah atau tidak ? Jika bermasalah, maka pelaksanaan Pilkades itu akan ditinjau krmbali pelaksanaannya.

“Semua desa kita akan investigasi. Saat ini tim investigasi sudah terbentuk, dan mulai Minggu depan sudah bergerak,” jelas Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kepulauan Sula, Suwandi H. Gani kepada wartawan, Jumat (20/8).

Suwandi juga menjelaskan, anggaran pelaksanaan Pilkades di 78 desa itu kurang lebih Rp 1 miliar. Anggaran tersebut sudah termasuk dengan tahapan sosialisasi yang dimasukkan dalam APBD Perubahan.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Sula, M. Natsir Sangaji menyampaikan, terkait anggaran Pilkades itu jika dimasukkan dalam APBD Perubahan, maka Pilkades harus dilaksanakan pada Oktober 2021 mendatang.

“Tapi anggaran ini kami belum tahu pasti,” ujarnya.

Terkait Pilkades di Desa Wainib yang hingga kini belum ada penyelesaiannya, Natsir belum tahu kepastiannya ikut Pilkades atau tidak. Pihaknya menunggu Pemda membentuk tim investigasi penyelesaian masalahnya terlebih dahulu.

“Jadi kita tunggu tim investigasi saja. Karena hanya 78 desa yang diinvestigasi terkait dugaan problem saat Pilkades di waktu pemerintahan Hnedrata Thes, namun ada juga beberapa desa yang akan diinvestigasi terkait masalah lainya,” terangnya. (ish/ask)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

  1. Urus Pilkades yg sdh selesai, itu keuntungan buat rakyat apa, Pilkades kemarin itu kan rakyat yg pilih , kok masih di identifikasi lagi, jangan buang2 anggaran dong, itu uang rakyat loh,ingat itu,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!