15 Perusahaan di Halmahera Utara Tunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Juta

  • Bagikan
Kasi Datun Kejari Tobelo, Taufik. (Chido/Penamalut)

PENAMALIT.COM,TOBELO – Sebanyak 15 perusahaan di Kabupaten Halmahera Utara menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan hingga ratusan juta.

Ini terungkap setelah pihak BPJS Ketenagakerjaan memberikan surat kuasa khusus (SKK) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tobelo selaku pengacara negara untuk menelusuri tunggakan tersebut.

“Sesuai hasil penelusuran kita, ditemukan adanya 15 perusahaan yang menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Kepala Seksi Perdata dan Usaha Negara (Datun) Kejari Tobelo, Taufik kepada wartawan, Kamis (16/9).

Menurutnya, sejauh ini sudah ada 10 perusahaan yang memenuhi panggilan dari 11 yang dipanggil. 10 perusahaan ini bersedia melakukan pembayaran iuran tersebut.

Tunggakan pajak beberapa perusahaan ini, kata dia, karena terkendala pada data pekerja tidak tetap. Sebab data pekerja yang didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan disaat pekerja sedang melaksanakan pekerjaan. Selain data pekerja, ada juga terkendala karena covid-19.

“Mungkin kelalaiannya pada saat selesai pekerjaan, mereka tidak sampaikan ke BPJS. Sehingga tunggakannya besar sampai ratusan juta,” jelas Taufik.

Namun berdasarkan informasi yang diterima Kejari dari BPJS, dikabarkan telah melakukan pembaharuan terkait tunggakan yang ada dalam daftar BPJS untuk disesuaikan dengan data pekerja sebenarnya.

Taufik menjelaskan dalam Undang-Undang BPJS, setiap perusahaan wajib mendaftarkan, baik pekerja tetap maupun harian lepas selama mereka bekerja di perusahaan. Untuk pekerja sambilan atau freelance, tentu mereka tidak masuk daftar BPJS.

“Karena itu penting untuk disampaikan, sebab tujuan dari BPJS ini sebagai jaminan keselamatan pekerja. jadi bukan masalah iurannya,” tadasnya.(fnc/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!