Pemkot Ternate Sampaikan Rancangan APBD-P 2021, Pendapatan Daerah Turun 1,35 Persen

  • Bagikan
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman menyerahkan dokumen Rancangan APBD-P 2021 kepada pimpinan DPRD Kota Ternate yang diterima Ketua DPRD Muhajirin Bailusy. (Karno/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate telah menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2021 pada rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD Kota Ternate, Jumat (17/9) malam tadi.

Di mana dalam Rancangan APBD-P tersebut, pendapatan dirancang sebesar Rp 982.738.992.918.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dalam pidatonya menyampaikan, dalam dokumen Rancangan APBD-P 2021 semula pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 996.153.041.191, namun terkoreksi sebesar Rp 13.414.048.273. Sehingga merubah target pendapatan pada Perubahan APBD 2021 menjadi sebesar Rp 982.738.992.918 atau turun sebesar 1,35 persen.

Untuk pendapatan transfer pusat sebelum perubahan Rp 816.740.510.000, mengalami pengurangan sebesar Rp 19.568.178.000 dan menjadi Rp 797.172.332.000, atau terkoreksi sebesar 2,40 persen. Lain-lain pendapatan yang sah sebelum perubahan mengalami penambahan sebesar Rp 6.154.129.727.

Pada Belanja Daerah APBD 2021, dianggarkan sebesar Rp 982.738.992.918, dengan alokasi belanja daerah yang terdiri dari belanja operasi sebelumnya dianggarkan Rp 779.192.597.579, namun setelah perubahan bertambah Rp 6.359.235.434. Sehingga menjadi sebesar Rp 785.551.833.013, atau naik sebesar 0.82 persen.

Selanjutnya, belanja modal setelah perubahan mengalami pengurangan sebesar Rp 35.773.283.707, sehingga menjadi sebesar Rp 171.187.159.905, jika dibandingkan dengan sebelum perubahan sebesar Rp 206.960.443.612, atau turun 17,29 persen. Dan belanja tidak terduga pada Perubahan APBD 2021 Rp 26.000.000.000, mengalami penambahan sebesar Rp 16.000.000.000, atau naik 1,60 persen dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp 10.000.000.000.

Perubahan belanja operasi terdiri dari  belanja pegawai Rp 448.070.383.465, belanja barang dan jasa Rp 322.942.914.643, belanja hibah Rp 12.551.534.905, dan belanja bantuan sosial Rp 1.987.000.000.

Sementara untuk belanja modal, yakni belanja modal tanah Rp 47.613.594.436, belanja modal peralatan dan mesin Rp 28.151.398.955, belanja modal gedung dan bangunan Rp 63.405.152.498, belanja modal jalan, jaringan dan irigasi Rp 31.219.998.971, dan belanja modal aset tetap lainnya Rp 797.015.045.

Tauhid menyampaikan setelah disampaikannya Rancangan APBD-P 2021, selanjutnya akan dibahas DPRD bersama pemerintah untuk selanjutnya ditetapkan. (adv/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!