Majang  

Pedagang Barito di Pasar Bahari Berkesan III Keluhkan Sepinya Pembeli

Suasana di Pasar Bahari Berkesan III, Kota Ternate. (Karno/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pasca dipindahkan kedalam Pasar Bahari Berkesan III, pedagang Barito yang semula berjualan di depan Pasar Higienis mengeluhkan sepinya pembeli.

Eni, salah satu pedagang Barito saat ditemui wartawan mengaku setelah dipindahkan tempat yang baru, jualannya kurang laku. Sehari pendapatannya hanya capai 100 ribu. Padahal sebelumnya, dalam sehari itu ia bisa meraup keuntungan 700 ribu hingga 800 ribu.

“Sebelumnya torang (kami) masih di luar itu jualan bisa laku sehari bisa 800 ribu sudah termasuk dengan modal belanja. Setelah dipindahkan ke dalam, dapatnya 100 ribu. Bahkan kadang hanya 50 ribu,” katanya, Senin (20/9).

Eni mengeluh pendapatan segitu tidak cukup untul membiayai sekolah anak-anaknya. Sementara untuk makan tiap hari saja tidak cukup dengan keuntungan 50 ribu maupun 100 ribu.

Hal senada dikeluhkan Rahma. Ia memulai aktivitas jualan pada pukul 07.00 WIT pagi hinga siang pukul 10.00, jualan hanya laku 5 ribu rupiah. Bahkan sebagian pedagang lainnya jualannya tidak laku dalam sehari.

“Setelah dorang (petugas pasar) kasih masuk kami ke sini, rezeki yang kami dapat sangat berkurang. Pagi tadi sampai jelang siang ini saya baru dapat 5 ribu saja. Beda sekali ketika kami masih di luar,” keluhnya.

Rahma dan pedagang lainnya sudah berseoakat, apabila kondisi pasar seperti demikian terus, pihaknya akan turun ke jalan melakukan protes.

Sementara Kepala UPTD Pasar Gamalama, Guntur Doa mengatakan, dari 148 pelaku pasar yang mayoritas ibu-ibu, semuanya sudah ditata sesuai yang diharapkan. Terkait pendapat pedagang, dia meminta agar sedikit bersabar, karena ini merupakan suasana yang baru.

“Soal pendapatan ibu-ibu saya minta mereka agar sedikit bersabar, karena bagaimanapun pembeli pasti membutuhkan penjual, dan kami juga bantu arahakan para pembeli ketika hendak menuju ke pasar,” janjinya. (ano/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.