Warga Maba Utara Kesulitan Akses Transportasi, Pemda Didesak Beri Solusi

  • Bagikan
Anggota DPRD Halmahera Timur, Cristal Vita Coremie.

PENAMALUT.COM, MABA – Akses transportasi untuk warga kecamatan Maba Utara, Halmahera Timur (Haltim), hingga kini masih menjadi masalah serius yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah (Pemda). Di sana, warga tidak bisa keluar melalui akses jalan darat. Sedangkan transportasi laut hanya mengandalkan KM Rahmat Ilahi sebagai satu-satunya moda transportasi yang tersedia.

Melihat persoalan tersebut, Anggota DPRD Haltim Cristal Vita Coremie meminta Pemda Haltim agar mencari solusi alternatif. Akses transportasi, sambung Vita, saat ini telah menjadi kebutuhan pokok yang penting untuk dipenuhi.

“Memang ada kapal pengganti setelah KM Nur Abadi terbakar beberapa waktu lalu, tetapi dari segi efektivitas KM Rahmat Ilahi tidak bisa memenuhi kebutuhan warga di Maba Utara,” tandasnya, Rabu (22/9).

Kata dia, dari segi efektivitas pelayaran, KM Rahmat Ilahi selain lambat dalam melayani rute pelayaran juga bobotnya terlalu kecil sehingga tidak memungkinkan melayani warga secara efektif. “Dari segi kapasitas juga kan lebih kecil dari kapal yang terbakar itu, ini tentu harus cepat disolusikan,” papar Vita.

Vita menambahkan, akses jalan darat hingga saat ini tidak dapat diakses oleh warga Maba Utara. Maka mau tidak mau, mereka hanya mengandalkan satu-satunya kapal yang ada.

“Kemana-mana kan harus lewat laut, tentu karena kita sangat bergantung pada akses laut. Pemerintah harus menjadikan ini sebagai perhatian serius, karena lewat darat kita belum bisa,” ujar dia.

Sesuai janji Pemda akan mencoba mencarikan kapal yang lebih efektif bagi warga Maba Utara, namun hingga saat ini tidak kunjung direalisasi. Untuk itu Vita mendesak pemerintah daerah agar cepat mencari kapal yang betul-betul bisa menjawab kebutuhan warga Maba Utara.

Selain sarana transportasi, Srikandi DPRD Haltim ini juga menyoroti sarana penunjang kesehatan untuk warga Maba Utara. Seperti beberapa waktu, ada satu warga yang sakit harus dirujuk dengan menggunakan kapal pengangkut kepala (Kopra). Dirinya kembali menekankan adanya keseriusan Pemda Haltim terkait persoalan ini.

“Minimal sudah ada ambulans laut juga yang bersiaga untuk konmdisi emergensi. Saya selaku wakil rakyat yang mewakili warga Maba Utara akan terus menyuarakan persoalan ini hingga direalisasikan oleh Pemda haltim,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kadis Perhubungan Haltim Dwy Cahyo, mengatakan bahwa karena dirinya baru diangkat sebagai Plt maka sementara masih fokus pada perbaikan kedisiplinan pegawai serta kebutuhan lain. Namun dia berjanji akan membenahi segala bentuk tugas yang menjadi tanggung jawab Dishub.

“Begitu juga sarana transportasi sebagai bagian dari tugas Dishub akan kita benahi. Sementara ini karena saya baru pindah jadi saya masih mengatur di seputaran manajeman birokrasi dengan tidak menimbulkan permasalahan lain,” singkat Dwi. (mdf)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!