Jiwasraya Minta Polres Ternate Segera Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Asuransi

  • Bagikan
Kuasa hukum PT. Jiwasraya, Faisal Hakim. (Dok pribadi)

PENAMALUT.COM, TERNATE – PT. Jiwasraya Area Ternate melalui kuasa hukumnya, Faisal Hakim, mendesak Polres Ternate segera melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi premi asuransi nasabah terhadap pembayaran angsuran periode Maret 2017 sampai Juli 2020.

Kasus yang melibatkan mantan Manajer PT. Jiwasraya Area Ternate, ARH, oleh penyidik Polres Ternate sudah ada penetapan tersangka, namun belum dilakukan penahanan.

Faisal Hakim kepada wartawan menjelaskan, berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) diatur tentang perintah penahanan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup.

“Untuk itu, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate harus segera melakukan penahanan terhadap tersangka ARH,” ujarnya, Sabtu (13/11) tadi.

Menurutnya, setelah penyidik melakukan gelar perkara pada tanggal 26 Oktober 2021 lalu, sampai saat ini tersangka belum ditahan. Apabila tersangka tidak cepat dilakukan penahan, maka dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan bahkan tersangka mengulangi tindak pidananya.

Apalagi, kata Faisal, tersangka ini disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Selaku kuasa hukum PT. Jiwasraya, kami meminta penyidik Polres Ternate agar segera melakukan penahanan terhadap tersangka,” pintanya.

Faisal melanjutkan, langkah penahanan itu dilakukan agar penanganan kasus semua sama dimata hukum. Apalagi saat ini penyidik juga telah mengantongi hasil audit kerugian keungan Negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Malut. Sehingga harus segera ditahan agar pemberkasan juga lancar dan segara dikirim ke Jaksa.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Wahyuddin mengaku, pihaknya telah menetapakan satu orang insial ARH sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik mengantongi hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari BPKP Perwakilan Malut senilai Rp. 131.562.526.

Selama proses penyidikan, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 22 orang, termasuk terlapor diperiksa dengan status sebagai saksi dan 2 orang sebagai ahli.

“Ahli yang dimintai keterangan sebanyak 2 orang yaitu, satu ahli keuangan dari BPKP Perwakilan Malut dan ahli hukum pidana dari Universitas Khairun Ternate,” jelas Wahyudin.

Sekadar diketahui, dugaan kasus korupsi penyalahgunaan premi asuransi Nasabah (bulanan, semester dan tahunan) pada PT. Asuransi Jiwasaraya (Persero) Area Ternate untuk pembayaran angsuran pada periode Maret 2017 sampai bulan Juli 2020.

Penyidik dari Polres Ternats mulai melakukan penyelidikan sejak 19 Oktober 2020 lalu. Kasus ini kemudian oleh penyidik ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pada Sabtu (30/10) lalu, penyidik menetapkan ARH selaku mantan Manajer PT. Jiwasraya Area Ternate berinisial ARH sebagai tersangka. (gon/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!