MAJANG  

Diduga Berselingkuh, Oknum Lurah di Ternate Dinonaktifkan

Kepala BKPSDMD Kota Ternate, Samin Marsaoly. (Udy/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Oknum Lurah di Kota Ternate, NH, terpakaa dinonaktifkan sementara dari jabatannya. NH dinonaktifkan lantaran diduga berselingkuh dengan suami orang.

Kepala BKPSDMD Kota Ternate, Samin Marsaoly mengatakan, oknum Lurah di Kecamatan Ternate Tengah itu dinonaktifkan sejak Senin (3/1) kemarin.

Kata Samin, oknum Lurah ini hanya dinonaktifkan sementara, bukan dicopot. Hal ini untuk memudahkan yang bersangkutan dalam pemeriksaan, agar supaya tidak menggangu jalannya pelayanan pemerintahan di kelurahan.

“Dugaan ini kami sudah lakukan pemeriksaan tadi pagi kepada yang bersangkutan. Siang ini kita akan periksa istri dari laki-laki yang diduga berselingkuh dengan lurah itu. Kemudian untuk laki-lakinya besok baru diperiksa,” ujar Samin kepada wartawan media ini, Selasa (4/1) tadi.

Ia bilang, kasus ini masih dugaan. Dari hasil pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, seluruhnya dibantah bahwa tidak sama sekali dilakukan perbuatan seperti informasi yang telah beredar.

Menurut dia, saat itu laki-laki menjemputnya dari pasar lalu pulang ke rumah. Bukan ke hotel lalu ketangkap.

“Yang pasti kita sudah periksa dan hasil pemeriksaan lurah membantah. Mereka tidak ke hotel lalu ketangkap dan lain-lain, itu semua tidak betul. Memang Lurah ini mengaku statusnya singel,” ujarnya.

Sehingga itu, lanjut dia, BKPSDMD menerima laporan ini sebagai bagian dari pemeriksaan. Nanti setelah semua pemeriksaan sudah rampung, barulah dilaporkan ke Wali Kota agar diputuskan.

“Hasil dari pemeriksaan BKPSDMD ini perlu dalami lagi, mulai dari keterangan pihak lain, termasuk laki-laki yang bekerja di PDAM dan istrinya itu. Hasil pemeriksaan kita sementara menemukan, ternyata ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sebelumnya. Dan kami juga dikasih surat bukti pernyataan berbagai pihak,” jelasnya.

Bahkan menurut dia, pihaknya diminta tidak boleh di publis ke media. Tapi nyatanya keluar di media juga. Oleh karena itu, untuk menjaga marwah Pemerintah Kota Ternate, makanya ditunjul pelaksana harian (Plh).

“Semua ini diperiksa dulu, baru kita kasih sanksi tegas, jika sampai mengarah ke sana. Jadi semua pelayanan publik di kantor Lurah untuk sementara dijalankan Plh,” tukasnya. (udy/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *