DAERAH  

GMNI Kecam Oknum Aparat Penganiayaan Warga di Sula

Sekretaris Cabang GMNI Sula, Alfareza Umasangaji. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, SANANA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kepulauan Sula mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh lima orang anggota Satgas TNI terhadap seorang remaja berinisial FP alias Fadli (17), di Desa Kabau Pantai, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula.

Ini diakui Sekretaris Cabang GMNI Sula, Alfareza Umasangaji kepada Nuansa Media Grup (NMG), Kamis (18/8). Menurutnya tindakan penganiayaan itu tidak dibenarkan oleh hukum. Apalagi warga Kabau Pantai itu masih tergolong anak di bawah umur.

“Kami sangat menyayangkan tindakan oknum TNI, karena mengakibatkan korban mengalami luka memar di wajah bagian kiri, pecah di kepala bagian kiri, hingga korban ini tidak bisa bergerak,” kesalnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya baru mengetahui identitas dua orang pelaku yakni Soleman dan Markus. Sedangkan tiga orang lainnya masih ditelusuri.

Karena itu, pihaknya mendesak kepada Polisi Militer (POM) TNI untuk turun langsung menangani persoalan tersebut. Sebab, korban yang masih di bawah umur itu tidak diperlakukan selayaknya manusia.

“Kami mendesak kepada Komandan Distrik Militer untuk segera memanggil dan menindak dengan tegas para oknum anggota satgas TNI yang bertugas di Kepulauan Sula,” tegasnya.

Kehadiran anggota Satgas TNI di desa-desa tersebut, kata dia, adalah menjaga dan menjamin ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat.

“Ini malah berbanding terbalik di lapangan, dan itu sangat di sayangkan. Atas peristiwa ini, maka harus ditindak secara tegas dan bila perlu dipecat, biar menjadi efek jera bagi yang lain, agar di kemudian hari tidak lagi terjadi tindakan sewenang-wenang seperti ini. Karena peristiwa ini jangan coba-coba ada indikasi untuk melindungi mereka,” pungkas Alfareza. (ish/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.