Kejari Halbar Didesak Segera Tetapkan Tersangka Kasus Jual Beli Lahan Pemda

Julham Djaguna

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Barat didesak segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembelian lahan oleh Pemda Halbar.

Desakan ini disampaikan praktisi hukum, Julham Djaguna, kepada wartawan, Kamis (8/9).

“Jadi Kejari harus segera menetapkan tersangka supaya penilaian publik Kejari tidak mendiamkan perkara dugaan korupsi tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, pembelian lahan oleh Pemda dari salah satu anggota DPRD Halbar untuk pembangunan kantor UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara itu bermasalah.

Di mana saat ini penyidik Kejari Halbar sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Menurut dia, Kejari memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang nantinya ditetapkan sebagai peran utama dalam perbuatan tindak pidana tersebut sesuai fakta yang ditemukan.

“Apalagi di dalam proses jual beli lahan ini ada nama pejabat yang ikut terseret. Tentu ini menujukan citra buruk pemerintahan,” tuturnya.

Sekjen Perkumpulan Demokrasi Konstitusional (Pandecta) Maluku Utara ini juga mengingatkan kepada Kejari harus jelih dan serius dalam masalah jual beli serta pembebasan lahan. Namun juga harus berhati-hati dalam penetapan tersangka nanti.

Julham juga menyayangkan alokasi anggaran oleh Pemda Halbar untuk pembangunan, namun menjadi masalah di kemudian hari. Padahal anggaran tersebut bisa dialokasikan keperluan lain yang bakal tidak bermasalah.

“Jadi prinsipnya Kejari Halbar sudah harus pastikan siapa peran utama yang diminta pertanggungjawaban sacara hukum,” pintanya.

Perlu diketahui, dalam kasus dugaan korupsi ini sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Halbar Riswan Hi. Kadam, Sekda Halbar Syahril Abdul Rajak, Kepala BPKAD Halbar Chuzaemah Jauhar, dan juga Mantan Kabag Pemerintahan Halbar Demianus Sidete. (adi/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.