DAERAH  

Talud Penahan Longsor di Puskesmas Sula Roboh, DPRD Beri Ultimatum

PENAMALUT.COM, SANANA – Proyek pembangunan talud penahan longsor yang dikerjakan CV Doku Loha, di kawasan puskesmas Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula roboh.

Akibatnya, satu ruangan puskesmas tidak bisa difungsikan. Ini karena bagian dinding ruangan sudah tak lagi utuh lantaran ditutupi longsor talud tersebut.

Padahal, bangunan talud dengan panjang 140 meter yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) ini dianggarkan melalui APBD sebesar Rp 400 juta.

Atas dasar itu, Ketua Komisi III DPRD Sula, M. Natsir Sangaji angkat bicara untuk merespons hal tersebut. Menurutnya, jika dalam waktu dekat pihak kontraktor CV. Doku Loha tidak lagi melanjutkan proyek tersebut, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Langka hukum yang diambil adalah merekomendasikan kepada pihak aparat penegak hukum (APH) agar kontraktor CV. Doku Loha diproses secara hukum,” tegasnya kepada Nuansa Media Grup (NMG), Senin (19/9).

Natsir bilang, karena ini anggaran negara yang diperuntukkan pembangunan talud tersebut, maka semestinya pihak CV. Doku Loha harus merampungkan proyek itu secara keseluruhan.

“Tahun anggaran 2022 juga sudah mau berakhir dan memasuki tahun anggaran baru. Padahal sudah ada pihak pemenang tender, tapi hingga kini tidak dikerjakan sedikitpun,” kesalnya.

Selain itu, ia menyayangkan proyek talud yang dikerjakan CV Doku Loha ini. Mestinya, kata dia, proyek yang dikerjakan tersebut tidak merugikan bangunan puskesmas.

“Kalau bangunan puskesmas sudah rusak, pasti tahun depan harus dianggarkan lagi. Sedangkan masih banyak infastruktur lain yang belum dikerjakan, sehingga anggaran kedepan harus difokuskan ke pembangunan lain,” tutupnya. (ish/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.