Proyek Irigasi Auponhia di Kepulauan Sula Diusut, Polda Periksa Sejumlah Pihak

Proyek bendungan Irigasi di Desa Auponhia yang rusak parah

PENAMALUT.COM, SANANA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara mengusut proyek pekerjaan irigasi di Desa Auponhia, Kabupaten Kepulauan Sula. Proyek yang dianggarkan sebesar Rp 11.292.633.516 bersumber dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018 itu diduga dikorupsi.

Informasi yang diterima wartawan Nuansa Media Grup (NMG) bahwa penyidik Polda Maluku Utara melayangkan surat kepada Bupati Sula, Fifian Adeningsih Mus pada tanggal 21 Oktober 2022 lalu. Isi surat tersebut meminta kepada Bupati Kepulauan Sula untuk dapat berkenan menghadirkan pegawai berkaitan dengan pekerjaan tersebut guna kelancaran proses penyelidikan dugaan korupsi proyek yang terletak di Kecamatan Mangoli Selatan itu.

Ada sejumlah pihak yang telah diperiksa. Mereka adalah ES, RI, SF, dan SL yang merupakan ketua dan sekretaris serta anggota pokja pemilihan/konstruksi tahun 2018. Kemudian SA selaku konsultan pengawasan CV. Pesona Cipta Engineering. Selain itu, penyidik juga diketahui telah memeriksa ML, VO, RD, FP, dan MTS selaku ketua, sekretaris dan anggota PPHP pekerjaan Irigasi Auponhia tahun anggaran 2018.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Thamsil dikonfirmasi secara terpisah mengaku belum mengetahui hal itu. Ia akan mengkroscek terlebih dahulu terkait pemeriksaan itu.

”Nanti dicek dulu ya. Tapi kalau dilihat dari surat undangannya ini masih proses penyelidikan,” katanya, Sabtu (5/11).

Menurut dia, soal pemeriksaan saksi dan jumlahnya hanya penyidik Ditreskrimsus yang tahu.

“Tetapi pada prinsipnya dalam penanganan suatu perkara tindak pidana dugaan korupsi itu setiap orang yang berkaitan dengan kasus tersebut, pasti akan diminta keterangan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, proyek ini dikerjakan PT. Kristi Jaya Abadi berdasarkan surat perjanjian kontrak Nomor: 910.916/ 610.22/ 16/SP/DPUPRPKP-KS/IV/2018 tanggal 27 April 2018 dengan nilai Rp 11.292.633.516 yang bersumber dari DAK tahun 2018.

Amatan wartawan di lapangan, proyek tersebut dikerjakan tak sesuai progres dan sekarang ini sudah terbengkalai. Bahkan beberapa bagiannya sudah rusak parah. (ish/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *