Polda Malut Diminta Seriusi Dugaan Korupsi Irigasi Auponhia di Kepulauan Sula

Sekretaris DPD GMNI Malut, Irfandi Norau. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, SANANA – Polda Maluku Utara diminta serius menangani kasus dugaan korupsi proyek irigasi di Desa Auponhia, Kabupaten Kepulauan Sula yang saat ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

Ini disampaikan Sekretaris DPD GMNI Malut, Irfandi Norau kepada wartawan Nuansa Media Grup (NMG), Rabu (9/11).

Menurutnya, pekerjaan irigasi Desa Auponhia yang dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018 dengan nilai belasan miliaran rupiah diduga dikorupsi. Ini karena proyek yang belum dibangun belum itu kini sudah rusak parah dan belum dinikmati masyarakat, bahkan keberadaan proyek itu tak terurus.

“Untuk itu, kami berharap kepada penyidik Polda Malut harus serius. Dan pihak yang diduga terlibat harus bertanggung jawab,” harapnya.

Ia bilang, proyek ini juga menjadi temuan dengan nilai yang fantastis sebagaimana dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK Nomor: 19.A/LHP/XIX.TER/5/2019 tertanggal 22 Mei 2019 atas pekerjaan Bendungan Irigasi Auponhia terdapat temua kerugian Negara sebesar Rp 1.092.771.613,35.

“Ini sudah menjadi dasar penyidik bahwa proyek irigasi ini pantas untuk ditingkatkan ke penyidikan hingga penetapan tersangka,” ujarnya.

Irfan juga menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini penyidik sudah memeriksa kurang lebih 10 orang saksi terkait pekerjaan tersebut.

”Sehingga itu, harus dipercepat penyelidikan hingga penyidikannya,” tandasnya. (ish/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *