MAJANG  

Sosialisasi Perda Nomor 3 dan 4, Wali Kota Harap Lestarikan Kebudayaan Daerah

Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, membacakan sambutan Wali Kota Tauhid Soleman. (foto Bucek)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Kebudayaan terus berupaya melakukan pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

Upaya ini dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2023 tentang Pemajuan Kebudayaan, dan Perda Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya. Kedua Perda ini mulai disosialisasikan pada Kamis (13/6) bertempat di Hotel Surya Pagi.

Walikota Ternate M. Tauhid Soleman dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Rizal Marsaoly mengatakan, Perda nomor 3 dan 4 merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah dalam upaya pelestarian dan pengembagan kebudayaan daerah. tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat, di mana kebudayaan sebagai investasi penting dan keberlanjutannya bagi kelangsungan hidup masa depan generasi yang akan datang.

“Sebagai daerah kesultanan, Ternate memiliki khasanah budaya dan nilai-nilai warisan agung leluhur yang fungsional dan dengan mudah kita jumpai dalam tatanan kehidupan masyarakat lokal saat ini,” ujarnya.

Hal ini, kata dia, ditandai dengan tradisi dan warisan budaya yang terpelihara dengan baik di masa kini. Diantaranya adalah 10 objek pemajuan kebudayaan yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat Istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisonal, seni, bahasa, permainan rakyat dan olahraga tradisonal plus cagar budaya.

Keseluruhannya masih dijumpai dalam pergaulan sosial dan realitas di lingkungan sekitar. Tradisi lisan ini seperti dola bololo, dalil tifa, dan dalil moro yang masih sering didengar dalam obrolan para warga yang sarat akan makna filosofis dan juga mengandung pesan-pesan moral serta spritual yang dalam.

Demikian pula sejumlah manuskrip keagamaan serta objek pemajuan kebudayaan lainnya yang berlimpah. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah untuk terus melestarikan dan mengembangkannya dari ancaman kepunahan seiring dengan perkembangan jaman yang sulit kita hindari.

Keberadaan Perda Kota Ternate Nomor 3 tahun 2023 tentang Pemajuan Kebudayaan, dan Perda Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya tentu bukanlah sekadar penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundangan Nasional, melainkan pula sebagai medium untuk melestarikan identitas budaya lokal di tengah tantangan globalisasi yang sulit untuk dihindari.

“Mengutip Chairil Anwar, seorang pujangga bangsa kita tercinta mengatakan bahwa zaman tak bisa dilawan, yang wajib kita siapkan adalah kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman untuk terus mampuh bertahan melestarikan kebudayaan kita,” tuturnya.

Melalui Perda tentang pemajuan kebudayaan, Pemkot Ternate akan terus berupaya untuk meningkatkan ketahanan budaya melalui upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan terhadap 10 objek pemajuan kebudayaan.

Melalui Perda pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, Pemkot juga berusaha untuk mempertahankan identitas kebudayaan dan kebangsaan. Memaknai representasi simbolik sekaligus menjadikannya sebagai representasi kejayaan kita di masa lalu yang terus kita lestarikan bagi masa depan generasi akan datang.

“Saya berharap bahwa sosialisasi ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kebudayaan daerah sekaligus menjadi lokomotif yang menggerakkan agenda- agenda pemajuan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya di Ternate Kota rempah,” harapnya. (ask)