PENAMALUT.COM, TERNATE – Seorang warga Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tidak kunjung kembali saat memanah ikan di perairan belakang Masjid Raya Al-Munawar, Jumat (17/7).
Korban diketahui bernama Irfan Daud Syamsudin (48), warga BTN, Kelurahan Maliaro. Sebelumnya, korban berangkat memanah ikan sekitar pukul 07.30 WIT. Namun hingga usai Salat Jumat, korban tak kunjung pulang, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando Jofandri, mengatakan pihaknya segera mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi setelah menerima laporan dari keluarga korban.
“Tim SAR melakukan pencarian menggunakan Rubber Boat dan Sea Rider di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir korban memanah ikan,” ujarnya.
Sekitar pukul 15.44 WIT, tim gabungan menemukan alat panah yang diduga milik korban di sekitar bangkai KMP Pari pada kedalaman sekitar 10 meter.
Selanjutnya, pukul 16.08 WIT tim penyelam Kantor SAR Ternate melakukan persiapan penyelaman. Tiga menit kemudian, tim gabungan dari Nukila Dive melakukan penyelaman dengan metode free dive dan menemukan objek yang diduga korban di kedalaman sekitar 27 meter, tepatnya di belakang Duafa Center.
Pada pukul 16.23 WIT, korban akhirnya berhasil ditemukan pada koordinat 0°47’17.51″N/127°23’28.58″E, atau sekitar 96 meter di sebelah timur Duafa Center dengan kedalaman sekitar 27 meter.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju Dermaga Apung Nukila Dive sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Ternate, Polairud, TNI AL, tim penyelam Nukila Dive, serta keluarga korban.















