MAJANG  

Perkuat Revisi PPKD, Pemkot Ternate Gandeng Akademisi

Rapat bersama Pemkot Ternate dengan pihak akademisi

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate menggandeng akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) untuk merevisi pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD).

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly usai rapat bersama sejumlah pihak di Kantor Dinas Kebudayaan Ternate pada Rabu (10/7) tadi mengatakan, revisi PPKD ini merupakan kebutuhan. Pasalnya, ada beberapa penyesuian regulasi yang mengharuskan setiap daerah itu untuk melakukan penyesuaian.

Ternate merupakan daerah pertama dari sepuluh kabupaten/kota di Maluku Utara yang melakukan revisi PPKD. Pada PPKD sebelumnya terdapat banyak perencanaan yang harus disuaikan, baik itu terhadap materi subtansinya maupun terkait dengan regulasi terbaru.

Kata dia, pelibatan akademisi ini bertujuan untuk penguatan materi revisi yang sudah tersusun sebelumnya dan harus betul-betul menyesuaikan dengan kondisi pada saat ini.

“Tadi ini mengawali diskusi kita, nanti setelah itu dilakukan FGD untuk melibatkan pihak-pihak terkait,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Ternate berkeinginan menjadi satu produk PPKD penguatan kebudayaan yang betul-betul mewakili kondisi yang ada di Ternate hari ini dan ke depannya. Karena itu, ada satu catatan penting yang harus menyesuaikan beberapa dokumen perencanaan.

“Ini bagian dari perencanaan, kirannya itu juga harus disinergikan dengan RPJP, RPJMD, tata ruang termasuk dengan lokasi-lokasi cagar budaya lainnya,” ujarnya.

Rektor Universitas Khairun Ternate, Dr. M Ridha Ajam menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ternate yang melibatkan berbagai pihak termasuk dalam menyusun PPKD.

Perkembangan kebudayaan, lanjut Ridha, itu mengikuti perkembangan masyarakatnya. Sehingga dibutuhkan revisi dan penyesuaian-penyesuaian. Karena itu, selain dokumen, kemajuan teknologi, perubahan masyarakat semua harus dilakukan.

“Tentu saja kita berdasarkan nilai-nilai dasar kebudayaan daerah. Untuk itu, kita memang bersepakat rapat awal tim untuk dilakukan dengan cara yang lebih komprehensif dengan melibatkan semua stakeholder,” ujarnya.

“Kami tetap mendukung, karena karena itu juga bagian dari misi penidikan tinggi salah satunya merawat kebudayaan,” terangnya. (ask)