MAJANG  

APBD-P Kota Ternate Disepakati 1,1 Triliun: Pendapatan Turun, Belanja Naik

Pengesahan APBD-P Kota Ternate

PENAMALUT.COM, TERNATE – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2024 Kota Ternate disepakati sebesar Rp 1.196.795.898.855,06.

Pendapatan daerah secara keseluruhan sebelum perubahan dianggarkan sebesar Rp 1.157.293.658.771, mengalami perbaikan sebesar Rp 39.502.240.084,06.

Di mana pendapatan asli daerah (PAD) mengalami penurunan. PAD sebelum perubahan ditargetkan sebesar Rp 169.060.000.000, mengalami pengurangan sebesar Rp 7.000.000.000. Sehingga menjadi Rp 162.060.000.000.

Sementara untuk belanja daerah mengalami kenaikan. Belanja daerah secara keseluruhan sebelum perubahan ditargetkan sebesar Rp 1.154.293.658.771, mengalami kenaikan sebesar Rp 43.511.180.051,96. Sehingga dalam APBD Perubahan menjadi Rp 1.197.804.838.822,96.

Belanja daerah ini meliputi belanja operasi yang sebelum perubahan dianggarkan sebesar Rp 1.008.454.189.285, bertambah sebesar Rp 7.576.790.804,60. Sehingga menjadi Rp 1.016.030.980.089,60.

Belanja pegawai yang semula Rp 533.127.870.622, berkurang sebesar Rp 5.874.515.761,11. Sehingga menjadi Rp 527.253.354.860,89.

Belanja barang dan jasa yang semula dianggarkan sebesar Rp 421.670.318.663, bertambah sebesar Rp 12.276.314.065,71. Sehingga menjadi Rp 433.946.632.728,71.

Belanja hibah yang semula sebesar Rp 52.332.000.000, bertambah sebesar Rp 1.174.992.500. Sehingga menjadi Rp 53.506.992.500. Belanja bantuan sosial yang semula sebesar Rp 1.324.000.000, tidak mengalami perubahan.

Belanja modal sebelum perubahan sebesar Rp 140.839.469.486, mengalami penambahan sebesar Rp 37.514.241.947,36. Sehingga menjadi sebesar Rp 178.353.711.433,36 atau naik 27 persen.

Belanja modal ini terdiri dari belanja modal tanah yang semula dianggarkan Rp 3.453.405.000, mengalami penambahan sebesar Rp 554.000.000. Sehingga menjadi sebesar Rp 4.007.405.000. Belanja modal peralatan dan mesin yang semula sebesar Rp 15.022.587.312, bertambah sebesar Rp 4.257.849.308,80. Sehingga menjadi Rp 19.280.436.620,80.

Belanja modal gedung dan bangunan yang semula sebesar Rp 53.786.824.474, bertambah sebesar Rp 13.961.349.101,56. Belanja tidak terduga sebelum perubahan dianggarkan sebesar Rp 5.000.000.000, berkurang Rp 1.579.852.700. Sehingga menjadi sebesar Rp. 3.420.147.300.