PENAMALUT.COM, DARUBA — Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang pelajar perempuan berusia 15 tahun di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, menggegerkan masyarakat.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi mengamankan 11 remaja untuk menjalani pemeriksaan. Delapan orang di antaranya diperiksa karena diduga berkaitan dengan kejadian, sementara tiga lainnya dimintai keterangan sebagai saksi.
Peristiwa dugaan kekerasan seksual itu terjadi pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Korban yang masih berstatus sebagai pelajar diduga diajak sejumlah remaja menuju lokasi yang sepi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban bersama seorang temannya sempat menolak ajakan tersebut dan meminta untuk pulang. Namun, keduanya diduga mendapat ancaman sehingga merasa takut dan tetap mengikuti ajakan tersebut.
Setibanya di lokasi, korban dan temannya diduga dipaksa mengonsumsi minuman keras. Dalam kondisi terpengaruh, korban kemudian diduga mengalami tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh sejumlah orang.
Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi pada Minggu, 23 Agustus 2026. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah remaja yang diduga berkaitan dengan kejadian.
Kapolsek Morotai Utara, Ipda Iksan Lampah, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dengan tetap mengedepankan prosedur hukum dan perlindungan terhadap korban.
“Dalam waktu kurang dari satu jam, sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan kejadian berhasil diamankan. Selanjutnya mereka kami bawa ke Polres Pulau Morotai untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.
Kasi Humas Polres Morotai, Ipda M Yusuf Kasim, membenarkan adanya 11 orang yang telah diamankan untuk dimintai keterangan.
“Ada delapan orang terduga pelaku dan tiga saksi yang diperiksa, total 11 orang yang diamankan,” kata Yusuf.
Menurutnya, pemeriksaan masih berlangsung. Polisi belum memastikan apakah jumlah terduga pelaku maupun pihak lain yang berkaitan dengan perkara tersebut masih dapat bertambah.
“Pemeriksaan masih terus berlanjut, jadi kita belum tahu. Bisa jadi pelakunya bertambah atau korbannya bertambah,” tuturnya.
Saat ini, polisi masih mendalami kronologi kejadian dan peran masing-masing pihak. (ula/ask)

















