PENAMALUT.COM, TIDORE — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan mulai menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas pemerintahan dan masyarakat pada hari Jumat, mulai Jumat, 11 September 2026.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk menghidupkan identitas Kota Santri, bukan hanya sebagai sebuah predikat, tetapi sebagai karakter yang tercermin dalam perilaku dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Penerapan kebijakan ini akan diawali dengan Kick Off Penerapan Peraturan Wali Kota Tidore Kepulauan tentang Pembatasan Aktivitas Pemerintahan dan Masyarakat pada Hari Jumat.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, mengatakan Jumat harus menjadi momentum untuk memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Menurutnya, identitas Tidore sebagai Kota Santri tidak cukup hanya disematkan sebagai sebutan. Nilai-nilai kesantrian harus hadir dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau kita menyebut Tidore sebagai Kota Santri, maka nilai-nilai kesantrian itu harus hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Ada nilai ibadah, disiplin, kesantunan, gotong royong, kepedulian, persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama. Karena itu, momentum hari Jumat harus kita manfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai tersebut,” katanya, Selasa (8/9).
Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghentikan aktivitas pemerintahan maupun kehidupan masyarakat. Sebaliknya, pemerintah ingin menciptakan keseimbangan antara aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, kegiatan sosial dan kehidupan keagamaan.
“Kita tidak sedang menghentikan kehidupan masyarakat. Kita sedang memberikan ruang agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Kita ingin aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat berjalan seimbang dengan nilai-nilai agama dan budaya yang menjadi karakter Tidore,” jelasnya.
Wali Kota juga mengajak masyarakat menyambut penerapan kebijakan tersebut dengan kesadaran dan semangat kebersamaan.
Ia berharap Jumat tidak hanya menjadi hari untuk mengurangi rutinitas, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat iman, mempererat hubungan antarsesama serta membangun kepedulian sosial.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk bersama-sama menyukseskan kebijakan ini. Mari kita jadikan Jumat sebagai momentum memperkuat iman, mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama. Pemerintah akan memberikan keteladanan dan saya berharap masyarakat memberikan dukungan,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, H. Ismail Dukomalamo, menegaskan implementasi kebijakan tersebut membutuhkan kesiapan seluruh perangkat daerah.
Menurutnya, mulai Jumat, 11 September 2026 menjadi titik awal penerapan kebijakan sehingga seluruh perangkat daerah harus memahami ketentuan yang berlaku dan menyiapkan pengaturan internal masing-masing.
“Mulai Jumat, 11 September 2026 adalah titik awal implementasi. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memahami ketentuan yang berlaku dan menyiapkan pengaturan internal masing-masing. Implementasinya harus tertib, terkoordinasi dan tetap memastikan pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan,” tuturnya.
Ismail menekankan, predikat Kota Santri tidak hanya berkaitan dengan banyaknya masjid atau kegiatan keagamaan. Lebih jauh, nilai tersebut harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan dan perilaku masyarakat.
“Kota Santri bukan hanya tentang banyaknya masjid atau aktivitas keagamaan. Kota Santri juga harus tercermin dari akhlak, kedisiplinan, kepedulian sosial, ketertiban, pelayanan yang baik dan keteladanan aparatur pemerintah,” tambahnya.
Karena itu, Pemkot Tidore mengajak seluruh ASN, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan penerapan kebijakan tersebut.
“Mari kita laksanakan kebijakan ini dengan kesadaran bersama. Pemerintah tetap hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat, sementara kita juga memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah dan aktivitas keagamaan pada hari Jumat,” pungkasnya.














