DAERAH  

El Nino Mengintai Tidore, BPBD Warning Krisis Air dan Karhutla

Muhammad Abubakar

PENAMALUT.COM, TIDORE – Ancaman kekeringan mulai menjadi perhatian serius di Kota Tidore Kepulauan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi kondisi iklim kering dan penurunan curah hujan yang dapat memicu krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, meminta masyarakat tidak menunggu sampai krisis terjadi. Berbagai langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan sejak dini.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi fenomena El Niño yang dapat berdampak terhadap siklus iklim kering dan meningkatkan risiko kekeringan berkepanjangan.

“Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak, memaksimalkan penampungan air, serta menjaga kebersihan dan keamanan sumber-sumber air dari pencemaran,” kata Muhammad melalui poin-poin imbauan resmi BPBD.

Tak hanya krisis air, ancaman lain yang turut membayangi periode kering adalah karhutla. BPBD meminta warga tidak membuka lahan, membersihkan kebun, maupun membuang sampah dengan cara membakar.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan semak belukar, hutan, dan lahan kering yang mudah terbakar.

Di sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca. Salah satu langkah yang disarankan yakni memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering, termasuk tanaman palawija.

“Perbaikan saluran irigasi juga penting untuk mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).

BPBD juga mendorong masyarakat kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan patroli karhutla, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Setiap kemunculan titik api, krisis air bersih, maupun dampak kekeringan lainnya diminta segera dilaporkan kepada RT/RW, pemerintah desa atau kelurahan, maupun instansi terkait.

Untuk laporan dan informasi darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor 0813 8274 4481 (Soleman Sangaji).

Di tengah ancaman kekeringan, BPBD juga mengajak umat Muslim melaksanakan Shalat Istisqa, yakni shalat sunnah untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan ketika terjadi kekeringan panjang.

BPBD Kota Tidore Kepulauan menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko bencana. Penghematan air, pencegahan karhutla, kesiapan pertanian, hingga kecepatan melaporkan kejadian dinilai penting agar dampak musim kering tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.