Dibalik Vakumnya Gustu Covid-19 Haltim, SeOPMI: Kami Duga Ada Skenario Siluman

0

PENA – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Haltim dianggap tidak tuntas dan asal-asalan dalam pencegahan Covid-19. Pasalnya, tim gugus yang diketuai langsung oleh Bupati Haltim tersebut tidak punya langkah-langkah konkrit terkait pencegahan, termasuk tidak siap dalam antisipasi dampak Covid-19 terhadap warga.

Hal ini disampaikan oleh Kabid HAM dan Lingkungan Hidup Serikat Organisasi Pelajar Mahasiswa Indonesia (SeOPMI) Haltim, Suswanto Marsaoly, Minggu (17/5), melalui keterangan tertulisnya kepada Penamalut.

Menurut Suswanto, Gugus Tugas Haltim terlihat sangat miskin ide dalam mendesain skenario pencegahan, penanganan dan bahkan pada model penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak Covid-19. Baginya, tindakan Gugus Tugas Haltim tersebut dapat mengancam banyak nyawa masyarakat Haltim.

“Ada tumpang tindih data penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak, ketidakjelasan data ini membuat beberapa desa di Kabupaten Haltim belum bisa menyalurkan bantuan yang bersumber dari dana desa (DD). Belum lagi, ketidakjujuran serta transparansinya model pengelolaan anggaran yg bersumber dari APBD sebesar 16,7 miliar. Ditambah lagi anggaran dari pihak ketiga yang sekarang diambil alih oleh Pemkab Haltim,” paparnya.

“Sementara kinerja Gugus Tugas Haltim belum menunjukkan hasil yang maksimal, bahkan untuk bicara ke masyarakat soal peran tim gugus dalam menangani masalah Corona dengan cara konferensi pers saja belum pernah. Padahal mudah sekali bagaimana kita bisa mengukur kinerja tim gugus, undang media dan sampaikan bahwa tim gugus telah melakukan A, B dan C,” paparnya lagi.

Suswanto menambahkan, tim gugus hampir vakum dalam 1 bulan terakhir, bahkan tidak melakukan apa-apa. “Saya bingung, padahal anggaran sudah dikantongi oleh tim gugus. Atau patut diduga, jangan-jangan ada skenario siluman yang disiapkan oleh tim gugus,” tambahnya.

Suswanto juga memberi warning terkait kasus Covid-19 di Haltim yang telah terkonfirmasi terdapat 1 orang positif. Dia mendesak Gugus Tugas bergerak cepat dan jangan gegabah hingga menambah korban berikutnya. Suswanto juga menekankan agar segera dikeluarkan regulasi terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Haltim. Kalaupun tidak bisa, dia menyarankan agar Gugus Tugas atau Pemkab Haltim, perlu memperketat akses keluar dan masuk dengan menyediakan pos Covid-19 di wilayah keluar dan masuk.

“Sampai sekarang hal-hal yang bersifat urgent terkait penanganan Covid-19 tidak tersedia di Haltim, hal ini menunjukkan jika Gugus Tugas tidak bekerja maksimal. Padahal sudah disepakati anggaran sebesar 16,7 miliar untuk penanganan Covid-19, harusnya Gugus Tugas Haltim bergerak cepat dan maksimal agar masyarakat tidak menjadi korban,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here