Irman Saleh: Media Massa Adalah Penjernih Informasi, Bukan Penyebar Hoaks

  • Bagikan
banner 468x60

PENA – Publik Maluku Utara, khususnya warganet, akhir-akhir ini sering menanggapi secara negatif pemberitaan media massa lokal terkait penanganan Covid-19. Dari pantauan Penamalut di situs jejaring Facebook, sebagian warganet bahkan berani menyebut jika informasi yang menyebar terutama melalui media online sebagai berita bohong atau hoaks.

Melihat hal tersebut, Jurnalis Senior Malut Post, Irman Saleh, angkat bicara. Dia mengatakan, masyarakat harusnya menjadikan media massa, baik cetak maupun online, sebagai sumber informasi terpercaya. Apalagi terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Maluku Utara.

“Saya minta seluruh masyarakat menjadikan media massa sebagai sumber untuk memperoleh informasi seputar Covid-19. Tanggapan seperti apapun terkait isi berita, itu hak masyarakat. Tapi jika menyebut media massa sebagai sebuah wadah, atau khususnya wartawan yang menulis berita itu hoaks atau bohong, maka itu kesalahan besar,” jelas Irman.

Irman, yang juga Ketua DPD KNPI Maluku Utara menegaskan, masyarakat perlu tahu jika seorang jurnalis dalam menjalankan tugas terikat pada aturan yang diatur oleh undang-undang. Ketika sebuah informasi berita sudah disampaikan, terlebih dahulu sudah diverifikasi secara akurat.

“Jurnalis itu punya kode etik, dan mereka terikat pada kode etik. Jadi sangat tidak mungkin jika mereka menulis berita yang tidak benar,” tambahnya.

Sementara jika masyarakat mempermasalahkan terkait isi berita seputar penanganan Covid-19 kepada perusahaan media massa atau wartawan yang meliput, bagi Irman itu salah sasaran. Karena sumber informasi yang diperoleh jurnalis itu satu pintu dari Gugus Tugas Covid-19.

“Maka atas dasar itu juga, kami sarankan tim Gugus Tugas harus memverifikasi data secara valid sebelum menggelar konferensi pers,” tukas Irman.

“Masyarakat juga harus sadar bahwa menyebut berita media massa itu hoax, tentu ada resiko hukum. Saya yakin, para jurnalis masih sabar untuk menempuh jalur hukum. Kami juga minta agar masyarakat bijak dalam bermedsos. Sekali lagi saya tegaskan, gunakanlah media massa sebagai sumber informasi terpercaya, karena media massa adalah penjernih informasi, bukan penyebar hoaks,” tutupnya. (*)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

  1. Cerdas sekali, saya sering mengalami hal berita yg di muat di media onlone tdk konfirmasi , itu mungkin jurnalis yg tdk punya uzin . Sehingga se enakx saja ,padahal penjelasan ketua knpi sangat bagus semoga kedepan para jurnalis atau wartawan melengkapi diri dgn identitas .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *