PDI-P Halbar: Pernyataan Helmi Alhadar Hanyalah Opini Liar

  • Bagikan
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDIP Halbar, Andre Sowo.

PENA – Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Halmahera Barat Andre Sowo, menilai pernyataan Helmi Alhadar terkait Bakal Calon (Balon) Petahana Danny Missy alami kebangkrutan politik, hanyalah opini liar.

Menurut Andre, pernyataan yang dilontarkan Helmi tidak lebih dari upaya penggiringan opini publik terhadap eksistensi Bupati Danny yang bakal maju sebagai calon petahana pada pilkada 2020.

Andre juga menilai, sebagai pengamat harusnya Helmi dalam mengeluarkan pendapat berpijak pada asas profesionalitas dengan mengedepankan opini politik secara berimbang, bukan opini sepihak dengan mengatakan bahwa petahana alami kebangkrutan politik.

“Jika ditelusuri lebih jauh pernyataan pak Helmi soal partai pengusung, saat ini Danny Missy telah mengantongi rekomendasi partai Hanura dan PKS, sementara PDI Perjuangan sendiri Danny Missy merupakan ketua DPC Halbar yang saat ini tinggal menunggu proses di DPP. Sehingga, pernyataan Helmi soal petahana terancam dalam mencari perahu adalah pernyataan yang tidak memiliki dasar,” cetusnya.

Tambah Andre, Helmi harusnya meneropong seluruh permasalahan yang dialami, serta kebijakan program yang dilaksanakan oleh Danny Missy sebagai bupati Halmahera Barat secara konprehensif, bukan sepotong-sepotong, sehingga bisa melahirkan telaah yang sifatnya objektif.

Artinya, dalam momentum seperti ini jika Helmi objektif, pernyataan yang dikeluarkan paling tidak harus menguliti dimana tantangan maupun peluang Danny Missy sebagai calon petahana kelak dan bukan seolah olah hanya mendiskreditkan.

“Soal penanganan Covid 19 sebagaimana pernyataan Helmi, saat ini bupati dan seluruh jajarannya tengah berupaya melakukan penanganan secara maksimal, baik itu pelayanan medis maupun penanganan terhadap dampak sosial dan ekonomi. Salah satu kebijakan populis penanganan terhadap dampak sosial dan ekonomi akibat Covid 19 adalah iuran PDAM digratiskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah selama 3 bulan yakni bulan April-Juni 2020,” terangnya.

“Selain itu, Bupati Danny Missy juga telah memfasilitasi percepatan penyaluran BST, BLT-DD dan Pembagian sembako bagi masyarakat Golongan Ekonomi lemah melalui APBD yang sebagian sudah tersalur, salah satunya di Kecamatan Jailolo Timur beberapa waktu lalu,” tambahnya lagi.

Andre juga menegaskan bahwa program yang dilakukan selama 4 tahun kepemimpinan Bupati Danny Missy menunjukkan keberhasilan di berbagai bidang. Sehingga jika pernyataan Helmi bahwa peluang Danny menipis itu, menurut Andre adalah pernyataan yang mengada-ada.

“Harus diketahui empat tahun kepemimpinan Danny Missy telah berhasil melahirkan berbagai kerja nyata untuk masyarakat. Diantaranya, telah berhasil menyelesaikan masalah 6 Desa yang selama ini terkatung katung, telah berhasil membuka keterisolasian akses darat ke Kecamatan Loloda atau jalan Goin-Kedi.”

“Selain itu, berhasil membangun Puskesmas di setiap kecamatan dengan standar nasional, membuka akses tol laut Jailolo-Makassar-Surabaya yang memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat Halbar, berhasil membawa Halbar keluar dari daftar daerah tertinggal di Indonesia, berhasil meraih opini WTP dari BPK selama 3 tahun berturut turut, sesuai data dari BPS angka kemiskinan terus menurun selama kurun waktu 4 tahun kepemimpinan Danny, sementara itu IPM terus meningkat.”

“Oleh karena itu saya sarankan kepada pak Helmi, baiknya mempelajari kondisi lingkungan strategis Halmahera Barat sehingga tidak kebablasan dalam mengeluarkan pernyataan. Apalagi pak Helmi tidak tinggal di Halbar sehingga secara otomatis tidak mengetahui segala sesuatu yang terjadi,” tutupnya. (mi)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!