Jelang Pilkada 2020, Polres Halut Gelar Rapat Lintas Sektor

0
Rapat lintas sektor yang digelar Polres Halut, Senin (31/8).

PENA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Polres Halmahera Utara (Halut) menggelar rapat lintas sektoral guna membicarakan pengamanan suksesi politik yang bakal berlangsung pada 9 Desember tersebut.

Rapat yang berlangsung di Aula Amarta Polres Halut pukul 09:00 itu melibatkan KPUD, Bawaslu, TNI, Kajari Tobelo I Ketut Sudarsono, Ketua PN Tobelo Martha Maitimo, Pasiter Kodim 1508 Tobelo Kapten Muh Ali, Kaban KesbangPol Halut Nelson Sahetapy, Kasat Pol PP Halut Frans Mahole, Kabag dan Kasat Polres Halut, Pasi Ops Satgas Pam Rahwan Lettu Edwin dan Danpos Pom Tobelo Kapten Rahaji.

Kapolres Halut AKBP Priyo Utomo Teguh Santoso menjelaskan, Pilkada merupakan agenda nasional yang harus diamankan. Dalam pertemuan itu, dia meminta kepada semua instansi dapat memberikan masukan untuk mansukseskan pengamanan Pilkada.

“Dalam Pilkada Halmahera Utara 2020 kemungkinan akan ada tiga pasangan calon yang akan berkompetisi,” ucap Priyo Utomo, Senin (31/8), dalam rapat tersebut.

Dikatakanya rapat tersebut bertujuan membangun senergitas, menyamakan presepsi serta persiapan dan langkah-lamgkah strategis sesuai tahapan pilkada guna terciptanya penyelengaraan pemilihan Bupati dan Wakil bupati Halut berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan apa yang diinginkan seluruh komponen masyarakat di Halut.

Sementara ketua KPUD Halut Muhammad Rizal mengungkapkan, akan menerapkan protokol Covid-19 bagi bakal calon dan melakukan rapid test. KPUD juga akan mengatur jarak para simpatisan bakal calon,termasuk juga menyediakan sarung tangan.

Dalam tahap pendaftaran setiap paslon dapat mempersiapkan persyaratan sesuai PKPU. Waktunya Hanya 3 hari dan kampanye selama 71 hari dengan metode terbatas.

Sedangkan Ketua Bawaslu Rafli Kamaludin menyarankan, walau TPS yang statusnya aman kiranya petugas PAM TPS jangan melakukan PAM TPS di dua tempat yang jaraknya jauh secara sekaligus, karena akan mengganggu psikologis petugas sebagai pengawas pemilu.

“Kami dari Bawaslu berkomitmen apabila ada pelanggaran dalam proses Pilkada, kami akan mengambil langkah hukum oleh tim Gakkumdu,” tandas Rafli. (FN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here