Hujan Deras, Rumah Warga di Oba Tengah Terendam Banjir

0
Rumah warga tergenang banjir di Desa Yehu, Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. (Istimewa)

PENA – Tingginya volume air akibat hujan deras menyebabkan luapan banjir terjadi di Desa Yehu, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, pada Minggu, 27 September akhir pekan lalu.

Menurut keterangan warga setempat, terdapat 13 rumah milik warga terendam banjir setinggi paha orang dewasa. Parahnya lagi, volume air tersebut terjadi hanya dalam waktu satu jam saat terjadi hujan deras.

“Jadi hujan dari malam Senin (Minggu), sekitar jam 6 sore sampe jam 8 malam saja. Tapi banjir sudah setinggi paha orang dewasa,” jelas Abdu, warga Desa Yehu, Selasa (29/9) melalui sambungan telepon.

Selain itu, salah satu akibat dari tingginya luapan air adalah rusaknya saluran (selokan) air. Hujan deras yang juga menyebabkan mengalirnya air dari dataran tinggi tak dapat ditampung saluran air yang telah rusak parah.

Rusaknya saluran air jadi salah satu penyebab luapan banjir. (Istimewa)

“Saluran air ini dibuat oleh PNPM Mandiri tahun 2013, sampe sekarang tidak ada perbaikan atau peningkatan pembangunan oleh pemerintah. Padahal banjir di Desa Yehu sudah terjadi sejak tahun 2017. Bahkan dalam bulan ini jika dihitung-hitung sudah lima kali terjadi banjir,” tambahnya.

Jika hujan berhenti, genangan banjir membutuhkan waktu selama satu jam untuk surut. Itupun jika air di laut surut. Jika air laut pasang, genangan banjir akan tertahan lebih lama, bahkan bisa lebih dari dua jam.

“Karena disini muara cuma satu, maka surutnya genangan air tergantung surutnya air laut,” ungkap Abdu lagi.

Warga mengharapkan pemerintah kota (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui BPBD untuk segera mengambil langkah terkait persoalan banjir di desa Yehu ini. Apalagi jika terjadi genangan banjir, warga terpaksa mengungsi ke rumah milik kerabat atau saudara yang aman dari luapan banjir.

“Kita minta perhatian dari pemerintah untuk masalah ini. Apalagi banjir sudah terjadi sejak tahun 2017. Harusnya langkah-langkah penanganan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, sebelum luapan banjir makin melebar hingga ke rumah-rumah lainnya,” harap Abdu.

Sejak 2017, banjir kerap terjadi di Desa Yehu. Sesuai keterangan warga, dalam bulan ini telah terjadi lima kali banjir. Paling parah hingga menyebabkan 13 rumah milik warga tergenang adalah pada Minggu akhir pekan kemarin.

Sejauh ini, Pemkot Tidore Kepulauan belum bertindak dalam menangani masalah banjir yang terjadi. Padahal, warga yang menjadi korban sangat mengharapkan adanya perhatian. Beberapa waktu lalu, saat pernah terjadi banjir, Pemkot Tidore Kepulauan turun ke rumah warga dan hanya membagikan sembako. Tidak ada tindaklanjut terkait perbaikan saluran yang menjadi kebutuhan warga saat ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here