Tiga Sektor Ini Jadi Atensi Sekprov Untuk Kabupaten/Kota di Malut

  • Bagikan
Sekprov Malut, Samsuddin Abdul Kadir saat menyampaikan sambutan pada paripurna HUT Pemkab Halbar. (Humas Pemprov Malut)

PENA – Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi terbaik, dan sektor yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi ini adalah pertambangan.

Malut, selain memiliki kekayaan alam seperti emas dan nikel, juga kaya akan sektor pertanian dan kelautan serta pariwisatanya. Sayangnya, tiga sektor ini belum dimanfaatkan secara baik oleh pemerintah daerah.

“Tiga sektor ini harus didorong oleh pemerintah kabupaten/kota di Malut agar mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita,” kata Sekretaris Provinsi Malut, Samsuddin Abdul Kadir, saat menyampaikan sambutan pada rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Halmahera Barat di Jailolo, Selasa (2/3) tadi.

Menurutnya, Pemprov Malut sangat mengharapkan sinergitas antara Pemprov dan kabupaten/kota yang ada di Malut termasuk kabupaten Halbar. Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat Malut bisa tercapai.

Ia menjelaskan bahwa kondisi covid-19 saat ini semua daerah di Indonesai bahkan di dunia mengalami berbagai keterpurukan. Namun satu hal yang patut dibanggalan oleh Malut adalah sektor pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia hampir semuanya negatif. Sementara Provinsi Malut berada di posisi yang baik.

Sektor pertumbuhan ekonomi positif di Indonesia, kata dia, hanya tiga daerah, yakni Kalimantan Utara dengan posisi ketiga dengan pertumbuhan positif 1,4 persen. Kemudian Sulawesi Tengah posisi kedua dengan pertumbuhan positif 2,8 persen. Sementara Malut menempati peringkat pertama dengan pertumbuhan positif 6,07 persen.

Dengan melihat visi-misi pemerintah kabupaten/kota yang ingin meningkatkan tingkat kesejahteraan di Malut, maka perlunya berkolaborasi pada sektor-sektor yang telah dijalani oleh masyarakat secara prinsipil yakni sektor pariwisata, sektor perikanan dan sektor pertanian.

Ketiga sektor ini sangat berhubungan dengan sektor pertambangan. Dengan adanya sektor perikanan, karyawan-karyawan di tambang akan mendapat pasokan perikanan dari para nelayan Malut. Begitu juga suplai kebutuhan pada sektor pertanian dan sektor parwisata yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pertumbuhan di daerah ini.

“Untuk itu, sekali lagi saya minta agar ini menjadi perhatian bersama kita untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, masyarakat bisa sejahtera,” pintanya menutup. (ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!