Rekaman Suara Diduga Haji Robert, Ancam hingga Sebut KNPI Monyet

0
Presdir PT NHM, Haji Robert Nitiyudo Wachyo. (Istimewa)

PENA – Rekaman suara yang diduga berasal dari Presiden Direktur PT Nusa Halmahera Mineral (NHM), Haji Robert Nitiyudo Wachyo, telah tersebar secara luas. Di rekaman itu, diduga Robert mengancam hingga menyebut KNPI (Maluku Utara) monyet.

Tidak sampai disitu, diduga Robert terdengar sangat marah. Dia bahkan mengatakan akan memproses KNPI atas pernyataan dari salah satu wakil ketua DPD KNPI Malut beberapa waktu lalu yang dimuat di media massa.

“…terima kasih. Saya juga udah kasih ke Kabareskrim (Polri), Pak Agus, hasil ini. Pak Agus bilang proses. Itu udah disetujui untuk diproses. Jadi kita proses nggak ada jalan mundur. Ini saya goyang semua, mulai dari Kapolri, Wakapolri, Pak Agus, semua saya goyang. Saya tersinggung sekali. Bisa-bisanya orang bersalah jadi benar. Kan gila itu. Kurang ajar. Jadi bilangin KNPI kita akan proses. Selain dia (KNPI) minta maaf hari ini atau besok, saya nggak akan proses. Tapi kalau dia nggak minta maaf, saya akan proses. Lima tahun penjara. Biar diperkosa pantat mereka,” isi rekaman suara diduga Haji Robert.

“Ini goblok ini KNPI ini. Udah tahu dia bersalah, dilindungi sama KNPI. Kita diserang. Ini udah tahu dia salah kenapa masih saja dibela. Ini KNPI ini mau nyari duit. Tidak bisa, bilangin tuh. Jadi ada adinda kenal sama mereka (KNPI), kasih tahu, jangan main-main sama Pak Haji (Robert). Pak Haji tinggalin orang-orang ini udah berapa kali karena pencemaran nama baik. Dan Pak Haji nggak akan bantu, Pak Haji senang kalau mereka dipenjara. Jangan deh, ini kita juga orang preman. Lebih preman saya daripada mereka semua. Apa sih yang mereka pernah kerjain untuk masyarakat Maluku Utara? Monyet mereka semua,” lanjut rekaman suara itu.

Wakil Sekretaris DPD KNPI Maluku Utara, Mirzan Salim. (Istimewa)

DPD KNPI Maluku Utara (Malut) melalui Wakil Sekretaris Mirzan Salim, menanggapi santai soal ancaman melalui suara yang diduga Haji Robert tersebut. Menurut Mirzan, sejauh ini pihaknya belum tahu pasti suara itu benar Haji Robert atau bukan.

Meski demikian, kalaupun benar itu adalah suara dari Haji Robert, maka Mirzan menilai pihak NHM tidak dewasa dalam menghadapi kritik yang dilayangkan. Padahal, selama ini pihak NHM telah mengeruk hasil kekayaan alam di Maluku Utara.

“Saya sekedar mengingatkan, jangan terlalu menebar ancaman. KNPI telah melihat sebuah masalah yang terjadi dan mengemukakan pendapat atau kritik, termasuk salah satunya dari video viral Prilly dan Dandy. Pendapat KNPI berangkat dari nalar kritis dalam melihat persoalan yang terjadi. Jadi kami ingatkan pihak perusahaan tambang agar lebih dewasa menanggapi setiap kritik yang terjadi,” papar Mirzan.

Dalam rekaman suara yang diduga dari Robert itu juga, menyebutkan bahwa NHM akan memprioritaskan tenaga kerja lokal sebagai karyawan di NHM. Tidak tanggung-tanggung, disitu bahkan dibilang jumlah tenaga kerja lokal bakal diterima berjumlah 60 persen.

“Soal tenaga kerja dengan jumlah 60 persen tenaga kerja lokal Maluku Utara ini apakah sudah terpenuhi atau belum? Lebih baik jika NHM fokus disitu. Jangan suka mengancam lah. Kami tidak ada yang tunduk pada korporasi, apalagi jika korporasi itu dipimpin oleh jiwa seperti Bapak Haji ini,” tandas Mirzan.

“Bukan cuma itu, saya ingatkan ke Haji Robert jangan menebar ancaman apabila ada kritikan yang dikemukakan oleh setiap masyarakat Maluku Utara kepada NHM. Semua orang menghargai kedermawanan anda, tapi apa seenak itu anda katakan kami monyet? Anda itu korporasi yang mengeruk kekayaan alam kita, jadi wajarlah ketika orang harus mengajukan kritik terhadap anda,” tutup Mirzan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here