Satu Warga Halbar Korban Selamat Dalam Ledakan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

0
Karina, warga Halbar yang menjadi korban selamat atas peritistiwa bom bunuh diri di Makassar, Minggu (28/3). Saat ini tengah dirawat di RS Bhayangkara, Makassar. (Istimewa)

PENA – Perisitiwa bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) mengakibatkan sejumlah orang luka-luka.

Polisi mencatat sebanyak 20 orang mengalami luka akibat ledakan bom tersebut. Ada yang mengalami luka berat, luka sedang, dan luka ringan. 7 korban diantaranya mengalami luka bakar.

Dari 20 korban tersebut, satu diantaranya merupakan warga Desa Sangaji Nyeku, Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Korban atas nama Karina Dimayu (19) ini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Stella Maris, Makassar.

Ibunda Karina Dimayu, Ancelina Tadubun, mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, dirinya masih berada di kampung dan mendengar kabar bahwa ada peristiwa pengeboman. Sontak dirinya langsung menelpon Karina, namun tidak direspons.

“Seketika itu saya telepon. HP-nya aktif, tapi tidak diangkat,” katanya saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (30/3) tadi.

Merasa cemas, Ancelina lalu menghubungi teman sekos Karina. Dari teman Karina ini, dirinya mendapat kabar sang anak menjadi korban dalam peristiwa bom bunuh diri ini.

“Kata teman Karina, bahwa HP milik Karina hilang, karena jatuh dari tangannya ketika bom meledak. Jadi telepon masuk, tapi tidak diangkat,” ujarnya.

Saat ini Ancelina telah bertolak ke Makassar dan sudah tiba di Makassar. Sang anak kini dirawat di RS Bhayangkara dan bakal dilakukan operasi akibat luka bakar tersebut.

Karina, korban selamat dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri di Makassar.

Ancelina mengaku bahwa anaknya merupakan mahasiswi Keperawatan semester II di STIK Stella Maris Makassar. Ia sering beribadah di Gereja Katedral Makassar setiap minggunya.

“Sebelum kejadian itu anak saya lagi ibadah di Gereja Katedral. Ketika selesai ibadah, Karina bersama dua temannya keluar dari gereja dan menunggu Grab di halaman Gereja yang tidak jauh dari lokasi ledakan. Tidak lama kemudian terjadi ledakan,” katanya.

Salah satu keluarga Karina, Henson, yang dihubungi wartawan juga menyampaikan bahwa Karina bakal menjalani operasi diruang ICU karena terdapat luka bakar pada pergelangan kaki kiri dan kanan, lengan, leher dan juga kepalanya akibat terkena serpihan ledakan bom.

Dia mengaku ketika terjadi ledakan dan terkena serpihan, Karina sempat pingsan.

“Setelah itu dirujuk ke rumah sakit oleh warga setempat dan saat ini sudah mulai siuman,” terangnya.

“Untuk biaya pengobatan sudah ditanggung pemerintah. Ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.

Sebelumnya Kapolsek Ibu, Ipda Selda Audina juga membenarkan terkait salah salah satu warga Desa Sangaji Nyeku yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri ini.

Kata Selda, korban ini sedang menempuh pendidikan tinggi di Makassar.

“Betul. Korban ini kuliah di Makassar,” jelasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here