banner 1080x1080 banner 1080x1080 banner 1080x1080

Wali Kota Ternate Sudah tidak Anggap Saran Wawali ?

  • Bagikan
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate
banner 468x60

PENAMALUT.COM, TERNATE – “Bulan madu belum usai, sudah jatuh talak”. Kalimat ini sepertinya layak dialamatkan kepada hubungan Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman dengan Wakilnya, Jasri Usman. Terhitung mulai awal Juli 2021, hubungan Tauhid dan Jasri mulai tegang.

Puncaknya pada 10 Juli 2021, ketika Wakil Wali Kota (Wawali) keluar dari grup WhatsApp (WA) Pemkot Ternate. Pasangan dengan akronim Tulus ini dilantik pada 26 April 2021. Informasi yang dihimpun jurnalis Nuansamalut menyebutkan, dasarkan retaknya hubungan Wali Kota dan Wawali lantaran pertimbangan dan masukan Wawali kepada Wali Kota agar Risval Tri Budianto tidak dicopot dari jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ternate, tidak direspons Tauhid.

Sebenarnya, menurut sumber Nuansamalut, Wawali bukan mempertahankan Risval dari jabatan Kepala PUPR, karena Wawali sadar dicopot atau tidaknya Risval adalah kewenangan Wali Kota. Hanya saja, agar citra pemerintahan tidak tercoreng, Wawali menyarankan Wali Kota supaya Risval dicopot setelah assessment atau sudah ada izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Tidak hanya keluar dari grup WA Pemkot, terhitung 12 Juli 2021, Wawali juga tidak lagi terlihat di kantor Wali Kota. Ia memilih berdiam diri di rumah. Sejak saat itu, koordinasi dan komunikasi Wali Kota dan Wawali mulai putus.   

Tepat 21 Juli 2021, Jasri yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku Utara ini, akhirnya angkat bicara. Ia mengaku sangat kecewa dengan sikap Wali Kota. Bagaimana tidak, dalam pengambilan keputusan penting dan strategis di birokrasi, Wawali justru tidak dilibatkan. Bahkan, ia akan tahu ada keputusan Pemkot melalui berita media massa, baik media oniline maupun cetak.

Menurutnya, ia juga tidak tahu-menahu bagaimana proses hingga pelantikan 89 pegawai eselon III dan IV pada 30 Juni 2021. Bukan hanya itu saja, bagaimana model assessment dan pembentukan tim assessment pejabat eselon (pun) tidak dikoordinasikan ke Wawali.

Sumber terpercaya lain mengaku, sementara ini ada pihak tertentu yang berusaha untuk menghubungkan Wali Kota dan Wawali, agar koordinasi dan komunikasi keduanya terjalin kembali. Hanya saja, hingga kini pihak yang ditugaskan itu belum berhasil menghubungan Wali Kota dan Wawali. Hingga kini, Wali Kota Ternate belum mau merespons konfirmasi wartawan. (tim/kov)

banner 1080x1080
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *