Soal Pinjaman SMI , Bahrain Sebut Bupati Usman Sidik Keliru

  • Bagikan
Mantan Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, LABUHA – Mantan Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba angkat bicara terkait pernyataan Bupati Usman Sidik yang mempersoalkan pinjaman Pemda Halsel ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai 150 miliar rupiah pada tahun 2019.

Usman menyebut pinjaman tersebut seharusnya dilunasi bupati saat itu yakni Bahrain Kasuba sebelum masa jabatannya berakhir. Anehnya, pinjaman yang diajukan tahun 2019 dengan jangka waktu lima tahun tersebut disetujui DPRD Halsel.

Padahal, saat itu masa jabatan Bahrain tersisa satu tahun lebih lagi. Untuk itu, ia menegaskan bakal memgaudit pinjaman yang diperuntukan untuk pembangunan jalan, pasar Saruma Central Bisnis Distrik (SCBD) dan Mall Town Square.

Bahrain kepada wartawan menuturkan, anggaran pinjaman SMI itu satu paket dengan nilai 150 miliar. Hanya saja dibagi menjadi dua, yakni 60 miliar untuk pasar SCBD dan Mall Town Square, sementara 90 miliar digunakan untuk pekerjaan jalan Hotmix dari Desa Tembal ke Desa Popalowang, Kecamatan Bacan Selatan, sekaligus penanam pohon dan pembuatan taman.

“Dan sekarang tidak ada masalah. Jadi, sekarang daerah harus kembalikan itu kurang lebih 42 miliar per tahun ke SMI,” ujarnya kepada wartawan, Senin (9/8).

Bahrain berujar, mekanisme pinjaman ini tidak serta merta atas keinginannya sendiri, akan tetapi melalui persetujuan DPRD Halsel. DPRD Halsel justru menyetui usulan pinjamaan Anggaran itu.

“Kenapa PT. SMI bisa meminjamkan kita, karena diperuntukkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi sangat keliru kalau Bupati Usman mau menutupnya,” tuturnya.

Pada saat pembahasan pinjaman ini DPRD, kata mantan Ketua DPRD Halsel ini, tidak ada Fraksi-fraksi yang menolak, semuanya ikut menyetujui, termasuk Fraksi PKB.

“Jadi apa yang disampaikan Bupati Usman Sidik bahwa saya bautang (berhutang) itu adalah keliru. Sebab, Bupati Usman harus mengonfimasi terlebih dahulu ke DPRD, tentang mekanisme atau sistem pengajuan pinjaman itu seperti apa. Agar supaya tidak sekadar berguarau di media,” tandasnya.

Sementara Ketua DPRD Halsel, Muhlis Jafar, saat dimintai tanggapan terkait masalah ini enggan menanggapinya. Ia memilih tidak berkomentar.

“Saya belum mau komentar terkait dengan anggaran pembangunan pasar SCBD dan Mall Saruma Town Square itu,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Halsel.

Hal yang sama juga ditunjukan Ketua Komisi I DPRD, Akmal Ibrahim yang mau memberikan komentarnya.

“Saya masih rapat, nanti saja” Katanya.

Begitu juga anggota Fraksi Golkar DPRD Halsel, Gufran Mahmud, yang taj mau menanggapi dengan alasan sedang menerima tamu.

“Saya masih ada tamu, nanti sadiki sudah,” singkatnya. (rul/ask)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!