Peringati HUT ke-3, HIMPSI Malut Gelar Sarasehan Psikologi Untuk Bangsa

  • Bagikan
Ketua HIMPSI Wilayah Maluku Utara, Syaiful Bahry. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Tingginya angka kasus bunuh diri di Maluku Utara terus menyita perhatian publik. Bahkan, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Maluku Utara (Malut) turut melihat hal ini sebagai sebuah persoalan yang harus diseriusi secara bersama.

Untuk itu, pada Rabu 18 Agustus 2021 mendatang, HIMPSI Malut akan menggelar kegiatan Sarasehan Psikologi untuk Bangsa yang mengangkat tema: Menekan Angka Bunuh Diri di Maluku Utara. Kegiatan ini digelar di Royal Resto Kota Ternate.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan. Dr. Herman Oesman, Agus Salim Bujang dan Dr. Aziz Hasyim ialah narasumber yang mewakili kalangan akademisi. Dari perwakilan pemerintah, HIMPSI Malut menghadirkan Wali Kota atau Bupati pada Kabupaten dan Kota di Malut yang terdapat angka kasus bunuh diri yang tinggi. Seperti Halmahera Timur (Haltim), Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Utara (Halut), Halmahera Selatan (Halsel) dan Kota Ternate.

Untuk narasumber dari kepala daerah ini, penyelenggara telah memastikan bakal dihadiri oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Bupati Halmahera Barat (Halbar) James Uang dan Wakil Bupati Halmahera Utara (Halut) Muchlis Tapi Tapi.

“Untuk kepala daerah lain kami masih terus berkoordinasi untuk kesediaan kehadiran mereka. Kami anggap kehadiran kepala daerah ini penting untuk kita mengetahui sejauh mana pendampingan hingga penanganan terhadap kasus bunuh diri di daerah-daerah,” jelas Ketua HIMPSI Malut, Syaiful Bahry.

Poster flyer Sarasehan Psikologi Untuk Bangsa yang digelar oleh HIMPSI Maluku Utara.

Selain itu, HIMPSI juga menghadirkan narasumber dari kalangan jurnalis. Yakni Faris Borero yang merupakan CEO Cermat Partner resmi Kumparan. Sedangkan tokoh agama yang diundang sebagai narasumber adalah Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Ternate, Usman Muhammad.

“Hasil dari kegiatan Sarasehan ini, kami akan menindaklanjuti dan membuat semacam rekomendasi atau penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak-pihak yang diundang tersebut, khususnya dengan pemerintah kabupaten dan kota,” tambah Syaiful.

Sarasehan yang digelar HIMPSI, sambung Syaiful, pada intinya bertujuan untuk memberikan informasi sekaligus solusi tentang kasus bunuh diri yang terjadi di Malut dan membangun interaksi dan kerja sama antar lembaga. (kep)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!