PENAMALUT.COM, TALIABU – Ganti rugi lahan warga di dua desa, yakni Desa Pencado dan Desa Bahu, Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, terkesan pilih kasih. Bahkan Pemkab Taliabu dinilai ingkar janji.
Pasalnya, beberapa warga yang lahannya dibebaskan oleh pemerintah daerah, kini sudah dibayarkan. Namun sebagian warga lagi belum dibayarkan sama sekali.
La Sima, salah satu warga Desa Pencado yang lahan dan tanamannya digusur, menagih janji Pemkab Taliabu.
Ia bilang, Pemkab Taliabu berjanji setelah penggusuran lahan mereka, semua kerugian warga langsung dilakukan ganti rugi. Namun sampai sekarang tak ada proses ganti rugi kepada warga.
“Lahan dan tanaman kami sudah digusur, tapi sampai sekarang ini mereka (Pemda) belum juga melakukan proses ganti rugi. Mereka berjani setelah penggusuran, dalam waktu dekat merela langsung bayar. Namun sampai sekarang ini tidak ada pembayaran,” kata La Sima kepada wartawan, Senin (16/8).
Menurut La Sima, beberapa warga seperti Yakup Rete mantan anggota DPRD Taliabu, dan Safi Kepala Desa Maluli sudah dibayarkan.
“Mereka punya sudah dibayar, kenapa kita punya belum bayar, sementara proses pengurusan waktu itu kita sama-sana. Ini tidak adil. Pemda pilih kasih,” ujarnya.
La Sima mengancam akan melakukan pemalangan jalan jika Pemkab Taliabu masih pilih kasih dan tidak segera membayar. Sebab sudah terlalu lama Pemkab berjanji.
“Saya sudah cukup sabar selama ini. Jika sekarang Pemda tidak segera membayar, maka saya akan palang jalan,” tegasnya.
Sementara Kepal Desa Bahu, Apologi Andili menyampaikan bahwa utang lahan di Desa Bahu yang belum dibayar Pemkab Taliabu sebesar Rp 1 milliar lebih untuk 42 orang pemilik lahan.
Ia menjelaskan, sejak tahun 2019, Pemkab Taliabu melakukan pembebasan lahan di Desa Bahu guna perluasan infrastruktur jalan. Warga mendukungan hal itu dengan ketentuan harus ganti rugi lahan.
Atas permasalahan ini, wartawan mencoba mengonfirmasi Kepala Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Taliabu, Irwan Mansur, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Bahkan masyarakat setiap saat ingin menemuinya di kantor, selalu saja tidak ditemuinya. Padahal keberadaan Irwan diketahui berada di lingkungan Bobong.
Warga menduga Kepala BPKPAD tak mau mencairkan pembayaran ganti rugi lahan warga Desa Pencado dan Desa Bahu.
Sementara Kepala Bagian Tata Kelola Pemerintahan Pemkab Taliabu, Amrul Badal belum lama ini menuturkan, menyangkut pelunasan lahan warga Desa Bahu dan Desa Pencado, semua sudah diserahkan ke BPKPAD.
Utang lahan ini, kata Amrul, untuk Desa Bahu 1 miliar lebih dan Desa Pencado 1 miliar lebih. Sehingga totalnya 2 miliar sekian yang akan dibayarkan pada tahun 2021 ini.
Hingga berita ini ditayang, Irwan belum juga bisa dikonfirmasi. (ysn/ask)
Way cool, some valid points! I appreciate you making this article available, the rest of the site is also high quality. Have a fun.
Respect to article author, some excellent entropy.
wonderful points altogether, you simply gained a new reader. What would you suggest about your post that you made a few days ago? Any positive?