Mutasi ASN, Bupati Halsel Dinilai Ingkari Janji Saat Kampanye

  • Bagikan
Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, LABUHA – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, dinilai mengingkari janjinya saat kampanya lalu.

Pasalnya, Bupati Usman Sidik berjanji tidak akan melakukan mutasi terhadap aparatur sipil negara (ASN) saat debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Halsel pada November 2020 lalu. Namun nyatanya, orang nomor satu di jajaran Pemkab Halsel itu setelah belum lama dilantik, sudah melakukan mutasi jabatan.

Usman diketahui sudah melakukan mutasi terhadap sejumlah jabatan di lingkup Pemkab Halsel, baik itu eselon II, III, dan IV.

Hal ini mendapat sorotan dari Ketua DPD Partai Gelora Halsel, Husen Said. Mantan anggota DPRD Halsel dua periode ini menganggap apa yang disampaikan Usman Sidik saat debat publik calon bupati dan wakil bupati itu hanyalah sebuah isapan jempol.

“Bupati Usman Sidik hanya pandai bermain kata-kata, tetapi tidak mampu mempertahankan komitmennya terhadap ucapannya sendiri. Ini merupakan kegagalan Usman dalam menghargai hak para ASN. Setidaknya, apa yang disampaikan Usman pada saat debat publik harus sejalan dengan kepemimpinannya saat ini, bukan malah melakukan mutasi dimana-mana,” ujar Husen kepada wartawan, Jumat (20/8) tadi.

Mantan politisi PKS Halsel ini juga menyampaikan, salah satu program Usman-Bassam adalah reformasi birokrasi. Tujuan dari progran itu adalah promosi jabatan ASN, bukan berjanji tidak akan merombak atau tidak melakukan mutasi, tapi ternyata faktanya sebaliknya.

“Dia (Bupati) melakukan mutasi mulai dari kepala dinas sampai ke puskesmas dan guru-guru, bahkan pegawai-pegawai di bawah dinas dan badan. Ini artinya Bupati Usman tidak komitmen terhadap janjinya,” tuturnya.

Lanjut Husen, bagi Partai Gelora, apa yang dilakukan Bupati Usman Sidik ini terkesan dendam maupun suka dan tidak suka. Sehingga proses seleksi ini tidak sesuai dengan aturan.

“Seharusnya dia melakukan proses pergantian SKPD mengikuti aturan terkait dengan asesment. Jika sudah dilakukan asesment, baru kemudian tahapannya promosi atau pelantikan. Yang terjadi sekarang ini belum sampai 6 bulan, Bupati sudah mengangkat Plt dan Plh, bahkan Sekda rangkap jabatan Kadis PMD,” tandad mantan Wakil Ketua Komisi I DPRD Halsel itu.

Terpisah, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Halsel, Fajri Subhi Kambey saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (20/8) menyampaikan, mutasi atau pergantian beberapa kepala-kepala dinas, kepala bagian, dan camat, itu bukan melalui dirinya atau Sekretaris BKPPD.

“kalau masalah itu bukan kewenangan saya lagi. Saya sudah tidak tanda tangan lagi SK itu, tetapi itu langsung Kaban. Jadi semuanya melalui mereka,” katanya singkat.

Sementara sejumlah pejabat yang sudah diganti saat ditemui wartawan, mereka menyampaikan bahwa pihaknya dimutasi dengan alasan yang tak pasti

“Kami dimutasi ini juga tidak tahu alasannya apa. Mungkin ini merupakan hak prerogatif Bupati. Kami dimutasi di tempat yang berbeda-beda,” terang mantan pejabat tersebut.

Sekadar diketahui, pernyataan Bupati Usman Sidik dalam debat yang mengangkat tema Masa Depan ASN di Halsel, ia menyampaikan bahwa setiap kali kampanye, selalu ditekankan kepada para PNS, agar tidak perlu takut dan tidak perlu ragu lagi. Karena komitmen keduanya yang namanya ASN tidak akan dijadikan komoditi politik.

“PNS kalau yang tidak mengikuti itu, malah mereka dimutasi dll. PNS yang betul-betul berkompeten yang mampu menjalankan perintah untuk Halsel jauh lebih baik lagi, kami akan berikan intensif bagi PNS khususnya di Halsel. Kita akan berikan award, kalau PNS itu bekerja dengan baik. Tidak ada lagi istilah mutasi dan lain-lain. Itu tidak ada itu bagi saya dan Bassam,” ujar Usman dalam debat terdebut. (rul/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!