5 Orang Pembuat Sertifikat Vaksin Palsu Diamankan

Kapolsek Ternate Utara, Iptu Joni Arganto. (Karno/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Penyidik Reskrim Polsek Ternate Utara mengamankan 5 orang pembuat sertifikat vaksin palsu.

Kelimanya ditangkap bermula ketika CU, salah satu warga Jailolo Halmahera Barat yang hendak ke Kota Makasar Sulawasi Selatan menggunakan sertfikat palsu dengan mengatasnamakan Puskesmas Kalumpang itu.

Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas melalui aplikasi peduli lindungi, ternyata tidak ditemukan sertfikat vaksin yang dipegang CU ini.

Setelah diintrogasi, CU mengaku meminta bantu kepada temannya berinisial S untuk membuat sertifikat vaksin dan diberikan uang sebesar Rp 1.750.000. Selanjutnya S meminta bantu lagi ke temannya, MA. S juga memberikan MA uang sebesar Rp 1.100.000.

Dari MA, dikasih lagi ke temannya berinisial O dengan biaya Rp 600.000. O lalu meminta bantu lagi kepada YN untuk membuat sertifikat vaksin palsu itu dengan biaya Rp 250 ribu.

“Kelima orang ini semuanya sudah kita amankan beserta barang buktinya. Untuk sementara kita masih periksa saksi-saksi dan kita juga masih mendalaminya,” jelas Kapolsek Ternate Utara, Iptu Joni Aryanto saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/8).

Menurut Joni, dari pengakuan YN, ia sudah membuat sertifikat vaksin palsu sebanyak 50 yang dipesan masyarakat dengan harga bervariatif.

Atas perbuatanya, kata Joni, para pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat 1 dan 2, Pasal 378 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Kalau kita merujuk di pasal 263 berarti 6 tahun penjara. Kalau 378 terkait penipuan, jadi dikenakan 4 tahun kurungan penjara,” terangnya. (ano/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.