Wakili Kabalai, Kepala Seksi Perencanaan BPPW Malut Buka Kegiatan Pelatihan Tim Fasilitator Program KOTAKU

  • Bagikan
Kepala Seksi Perencanaan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara, Muslim Saleh. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Maluku Utara, H Fasri Bachmid, ST, MSP, diwakili oleh Kepala Seksi Perencanaan BPPW Malut Muslim Saleh, membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Khusus Tim Fasilitator OSP 8 Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Provinsi Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2021.

Pembukaan acara yang berlangsung pada Selasa (16/11) hari ini tersebut dilangsungkan melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh sebanyak 200 peserta.

Dalam sambutannya mewakili Kepala BPPW Malut, Muslim Saleh mengatakan, program KOTAKU merupakan salah satu upaya untuk mencapai target RPJMN 2020-2024 dengan target penanganan kumuh sebanyak 10 ribu ha.

Program ini, sambung Muslim, menggunakan platform kolaborasi dengan memposisikan pemerintah daerah sebagai pelaku atau penggerak utama kegiatan. Terkait hal itu, maka program KOTAKU melakukan berbagai macam kegiatan dengan menempatkan Tim Koordinator dan Tim Fasilitator sebagai pendamping masyarakat di tingkat kabupaten dan kota dan kelurahan atau desa di seluruh wilayah dampingan Program KOTAKU.

“Fungsi utamanya adalah memberikan dukungan teknis dan pendampingan kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh di daerah masing-masing,” jelas Muslim.

Dia menambahkan, agar pelaksanaan kegiatan berkualitas dan berjalan optimal maka perlu dilakukan peningkatan kapasitas di semua level. Beberapa hal yang perlu menjadi fokus pada peningkatan kapasitas dijabarkan oleh Muslim ke dalam beberapa hal. Yaitu antara lain, mengarusutamakan pengurangan resiko bencana dan GESI dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan infrastruktur,

Selain itu, perlu juga mengutamakan pemenuhan Watsan dalam kegiaatan penignkatan kualitas permukiman kumuh dan memperkuat kapasitas dalam transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan BPM. Serta fokus terakhir yang dia sebutkan adalah memperkuat operasional dan pemeliharaan kegiatan infrastruktur yang telah dibangun.

“Selain penjabaran di atas, tujuan dari kegiatan pelatihan atau penguatan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta pada beberapa aspek. Yaitu, perencanaan berbasis GESI, ketahanan bencana dan Watsan. Pemahaman lain ialah pengelolaan komunitas dalam membangun pemukiman, pemahaman dan keterampilan mengenai pembukuan BKM, KSM, dan KPP, serta pemahaman dan keterampilan tata cara operasional dan pemeliharaan infrastruktur,” jelas Muslim.

Muslim mengharapkan dari tujuan terlaksananya kegiatan tersebut juga merupakan output dari harapan yang ditanamkan kepada para peserta. Diakhir sambutannya, ia berharap pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar. “Dan semua peserta diharapkan mengikuti pelatihan ini sampai selesai agar tujuan pelatihan yang diharapkan dapat tercapai,” pungkas Muslim. (*)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!