MAJANG  

Wali Kota Ternate Terima Award dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Wali Kota Ternate, Dr M Tauhid Soleman, saat menerima penghargaan dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Jumat (3/12) di Kota Bogor. (Dok. Pemkot Ternate)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) memberikan award kepada Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, dengan kategori Kota Deklarator dalam acara yang digelar JKPI di Kota Bogor, Jumat (3/12) hari ini.

Selain Wali Kota Ternate, penghargaan juga diberikan JKPI untuk mantan Wali Kota Ternate, Dr Burhan Abdurrahman atas kebijakan merevitalisasi Benteng Oranje di Kota Ternate.

Kabag Humas yang juga Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Agus Fian Jambak, dalam keterangan resminya mengakatan penghargaan yang diberikan kepada Wali Kota Ternate atas dasar sejarah panjang Ternate dan perjuangan rakyat Ternate, terutama para sultan-sultan Kesultanan Ternate.

“Inilah yang membuat keberadaan Kota Ternate menjadi tujuan utama bangsa kolonial untuk datang dan saat itulah dimulai masuknya bangsa imperialis ke Indonesia,” sebut Jambak dalam keterangan tertulisnya.

Ternate, kata Jambak, punya tinggalan-tinggalan dari jejak bangsa kolonial yang terlihat jelas dengan keberadaan benteng-benteng, baik peninggalan bangsa Portugis maupun Belanda. Salah satu indikator Ternate mendapat award adalah kepedulian pemerintah terhadap pelestarian peninggalan, sehingga JKPI memberikan apresiasi dalam bentuk award kepada Wali Kota Ternate.

Wali Kota Ternate, Dr M Tauhid Soleman, berdiri di panggung sebagai kepala daerah yang menerima award dari JKPI. (Dok. Pemkot Ternate)

Tidak itu saja, penghargaan dari JKPI juga diterima oleh Wali Kota sebelumnya, Dr Burhan Abdurahman yang belum lama ini meninggal dunia. Untuk itu penghargaan kepada Burhan Abdurrahman diwakili oleh Kabid Kesenian dan Budaya Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Sukardi A Gani

Penghargaan ini diberikan karena Burhan Andurahman dinilai berani mengambil langkah strategis dalam kebijakannya dengan merevitalisasi benteng Oranje dan kawasan sekitarnya, sehingga pada saat ini benteng Oranje menjadi salah satu ikon kota Ternate dan menjadi tempat berbagai aktivitas seni dan budaya.

“Dengan menjadikan benteng Oranje sebagai Museum Rempah-Rempah, Kota Ternate kini menjadi centrum dari berbagai komunitas seni budaya dan kreatif di dalam ekosistem pemajuan kebudayaan,” sebut Jambak.

Dia menambahkan, mengembangkan Kota Ternate dengan menjadikan peninggalan budaya, baik budaya benda (tangible) maupun budaya tak benda (intangible) sebagai indikator utama perubahan kota dan menjadikan hal tersebut sebagai unggulan dari parawisata Kota Ternate.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman menyampaikan apresiasi, penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Ternate yang ikut membantu pemerintah dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan termasuk peninggalan-peninggalan bersejarah.

Menurutnya, ini momentum yang luar biasa. “Sebagai kota bersejarah kita patut menjaganya, agar kebudayaan dan peninggalan-peninggalan sejarah lainnya bisa tetap dilestarikan sebagai investasi kota masa depan,” pesan Wali Kota.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Ternate itu juga berkomitmen untuk menjadikan kebudayaan sebagai salah satu sektor unggulan dalam program prioritas Pemkot Ternate yang telah tertuang dalam RPJMD. (adv)

Respon (5)

  1. I have not checked in here for a while because I thought it was getting boring, but the last few posts are good quality so I guess I will add you back to my everyday bloglist. You deserve it my friend šŸ™‚

  2. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to make your point. You definitely know what youre talking about, why waste your intelligence on just posting videos to your site when you could be giving us something informative to read?

Komentar ditutup.