Golkar Jagokan AHM di Pilgub Malut 2024

Ahmad Hidayat Mus (AHM). (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Maluku Utara menjagokan Ahmad Hidayat Mus (AHM) pada pemilihan gubernur (Pilgub) Malut 2024 mendatang.

Kaders Golkar yang juga mantan Bupati Kepulauan Sula dua periode itu dinilai memiliki potensial untuk diusung kembali pada Pilgub nanti.

Hal ini disampaikan Sekretaris DPD I Partai Golkar Malut, Arifin Djafar, kepada wartawan media ini, Kamis (6/1).

Menurut dia, berdasarkan analisis publik di kabupaten/kota di Maluku Utara, pihaknya menetapkan nama-nama yang dianggap berpengaruh, seperti Edi Langkara, Frans Manery, Muhammad Abusama, Alien Mus, Aliong Mus, dan Ahmad Hidayat Mus.

Namun demikian, kata Arifin, dari nama-nama yang disebutkan itu yang paling mencolok dipermukan adalah  AHM. Hal tersebut telah dibuktikan dengan dua kali memenangkan perolehan suara terbanyak dalam pertarungan Pilgub Malut kemarin, meskipun finalisasi di MK kalah.

“Radar Partai Golkar sudah mengidentifikasi dan ternyata AHM merupakan kaders yang nantinya bisa didorong, karena dianggap kaders potesial yang sudah menunjukan bukti pernah menang dua kali pertarungan Pilgub kemarin,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, salah satu bahan pertimbangan Golkar lebih berkiblat ke AHM, dilihat dari sisi konsolidasi dan perolehan suara, itu yang paling dianggap penting.

Untuk itu, AHM bakal didorong pada saat rapat kerja daerah (Rakerda) dan rapat pimpinan daerah (Rapimda) di masing-masing DPD pada Februari 2021 ini.

“Sesuai dengan putusan Mahkamah agung (MA), Alhamdulillah beliau diputuskan bebas dan hak-hak politiknya dikembalikan. Bukan menunggu satu priode baru ikut kembali, tidak,” jelasnya.

Tambahanya, dari analisa data konkrit, Golkar punya peta potensi untuk kemenangan pemilu. Walaupun begitu, nama-nama calon yang dimasukkan dapat diputuskan dalam Rakerda dan Rapimda sesuai dengan juklak atau Pedoman Organisasi (PO)

“Itupun masih dalam tahap usulan. Jadi sudah dipetakan dan didorong dengan survei, setelah itu diajukan ke Rakerda dan Rapimda di tiap-tiap DPD,  kemudian masing-masing mengusungkan calonya,” pungkasnya. (ano/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.