DAERAH  

Stok Obat di Puskesmas Kosong, Program Halbar Sehat tidak Sesuai Harapan

Puskesmas Kota Jailolo, Halmahera Barat. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Barat, James Uang dan Djufri Muhammad (JUJUR) melalui program Halbar Sehat tampaknya tidak maksimal dan patut dipertanyakan. Pasalnya, alih-alih menyukseskan program Halbar Sehat, justru stok obat di Puskesmas Kota Jailolo masih kosong.

Anggota Komisi III DPRD Halbar, Asdian Taluke mengatakan, pihaknya menerima adanya keluhan dari masyarakat terkait kekosongan obat, sehingga membuat pihak Komisi III langsung terjun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Puskesmas yang terletak di Desa Porniti, Kecamatan Jailolo. Saat tiba di lokasi tersebut, terbukti stok obat di Puskesmas kosong.

“Masyarakat ketika datang berobat di Puskesmas itu stok obat kosong dan itu terbukti saat kami turun tadi itu obatnya kosong. Setingkat tablet seperti Paracetamol dan Amoxcilin itu kosong,” ujar Asdian kepada Nuansa Media Grup (NMG), Selasa (23/8).

Selain itu, Politisi Gerindra Halbar ini juga mengakui, kekosongan obat di Puskesmas Kota itu, ketika pihak Puskesmas melakukan permintaan obat ke Gedung Apoteker, namun hanya diberikan keterbatasan dan tidak sesuai dengan permintaan Puskesmas.

“Permintaan obat oleh pihak Puskesmas ke Gudang Apoteker, misalnya permintaan 26 tablet itu hanya di kasih dua tablet,” tuturnya.

Menurut Asdian, pelayanan kesehatan yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat, tentu membuat masyarakat makin jatuh sakit. Bahkan, kata dia, pasangan akronim JUJUR yang mengusung program Halbar Sehat perlu dipertanyakan. Sebab, program tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

“Pertanyaannya Program Bupati Halbar Sehat itu dimana? Program Halbar Sehat dipertanyakan justru kayak begini masyarakat jadi sakit,” kesalnya.

Bahkan Asdian juga mendesak pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait anggaran Rp 2,2 miliar yang melekat pada Dinas Kesehatan untuk tender obat. Sebab, pagu anggaran Rp 2,2 miliar yang diperuntukkan tersebut belun mampu untuk memenuhi stok obat yang kini sudah kosong.

“Kemudian, dimana tender obat Rp 2,2  miliar oleh Dinas Kesehatan? Kalau ini sudah diperiksa, maka pihak penyidik harus lebih tegas melakukan penyilidikan ulang karena di Puskesmas itu kosong,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya kasus dugaan penyalahgunaan tender obat tersebut ditangani oleh Polres Halbar dengan memeriksa beberapa saksi termasuk Kadinkes Halbar pada Desember 2021 lalu.

Selain itu, juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinkes Halbar diperiksa pada 1 Januari 2022. Namun, sekitar pertengahan Januari lalu, telah diambil alih oleh Polda Maluku Utara untuk penyelidikan. (adi/tan)

Respon (21)

  1. Ping-balik: 悅刻
  2. Ping-balik: Find Out More
  3. Ping-balik: Bass Splash
  4. Ping-balik: pinco
  5. Ping-balik: ทำ SEO
  6. Ping-balik: read the article
  7. Ping-balik: their website
  8. certainly like your web site but you need to check the spelling on several of your posts. Many of them are rife with spelling issues and I in finding it very troublesome to tell the truth on the other hand I will certainly come again again.

  9. Ping-balik: max muay thai
  10. Heya i’m for the first time here. I came across this board and I find It really useful & it helped me out a lot. I hope to give something back and help others like you aided me.

  11. I have been browsing on-line more than three hours nowadays, but I by no means found any fascinating article like yours. It?¦s beautiful price enough for me. In my view, if all website owners and bloggers made excellent content material as you did, the web will probably be a lot more useful than ever before.

Komentar ditutup.