Talkshow Makin Cakap Digital Terbesar Sukses Digelar di Kota Ternate

Project Manager Literasi Digital Maluku Utara, Thamrin Ali Ibrahim saat menyampaikan laporan kegiatan literasi digital di Maluku Utara.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Semarak launching Smartphone Festival pada Sabtu (27/8) malam lalu di Benteng Oranje Ternate seolah mengindikasikan harapan baik bagi masa depan para penggiat dunia perfilman Maluku Utara. Tanpa berlebihan hal tersebut nampak dari jumlah kunjungan dan keterlibatan para peserta yang memenuhi Taman Film benteng Oranje Ternate ribuan jumlahnya yang hadir mengambil peran dan meraamaikan kegiatan yang digelar oleh managemen Literasi Digital provinsi Maluku Utara tersebut.

Mengawali acara ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyampaikan sambutannya melalui siaran video yang disaksikan oleh ribuan peserta serta para pejabat lingkungan pemerintah daerah provinsi Maluku Utara maupun kota Ternate. Menurut menteri, berdasarkan sebuh laporan survei pada tahun 2022 beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa lebih dari 210 juta penduduk Indonesia atau 77,02% dari seluruh populasi telah menjadi pengguna internet.di Indonesia, oleh karena itu penyiapan sumber daya manusia bidang digital yang andal yang produktif dan yang berdaya saing menjadi kunci utama bagi terlaksananya transformasi digital nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi, Syamsudin A. Kadir saat menyampaikan sambutan.

Ia mengatakan, kemampuan literasi digital menjadi keniscayaan bagi pengguna internet di Indonesia dalam menavigasikan diri di ruang digital. Survei nasional oleh kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Kata Data tahun 2021 menemukan bahwa saat ini indeks literasi digital Indonesia berada pada tingkat 3,49 naik dari tahun sebelumnya sebesar 3,46 namun capaian ini perlu terus kita tingkatkan. Mengakhiri sambutannya, menteri berpesan bahwa mari bersama-sama berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan literasi digital menuju Indonesia terkoneksi makin digital, makin maju.

Sementara itu, mewakili sambutan Gubernur Maluku Utara adalah Sekda Provinsi Maluku Utara. Dalam sambutannya disampaikan bahwa malam ini menjadi bukti bahwa anak muda di Maluku Utara juga memiliki generasi muda yang patut untuk diapresiasi kemampuannya di bidang digitalisasi. Kegiatan Talkshow makin cakap digital dengan mengusung tema: Memabangun Personal Branding Komunitas di Media Sosial yang dirangkaikan dengan Launching Smartphone Fil Festival 2022 dan pemutaran film perdana oleh komunitas Kie Raha Project dengan judul film tentang Cinta akan menjadi bukti bahwa talenta anak-anak muda Maluku Utara tidaklah kalah dengan daerah lain. Lebh lanjut menurut Setda bahwa ruaang digital membuat setiap orang menjadi lebih produktif.

Suasana talkshow, Launching Smartphone Film Fest dan pemutaran perdana film Kiea Raha Project.

Beberapa narasumber yang tampil hadir pada kegiatan talkshow tersebut juga menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan sejumlah pertanyaan mendasar seputar branding komunitas. Antara lain: apa itu branding komunitas? mengapa diperlukan, hingga bagaimana cara membangun komunitas yang sukses dengan memanfaatkan layanan internet dan berbagai fitur aplikasi yang dimilikinya sehingga menjadi makan cakap digital? Hal ini dianggap penting karena berbagai layanan internet dengan segala peluangnya telah menyediakan ruang mengembangkan potensi diri dan komunitas kreatif untuk memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.

Menurut Dr. Rizal Marsaoly, SE, M.M (kepala Bappelitbangda Kota Ternate) menuturkan, kalau kita berbicara tentang personal branding maka kota Ternate juga memiliki city branding yang akan diberikan oleh Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia melegitimasi branding Ternate Kota Rempah sekaligus menjadi hak kekayaan intelektual yang telah terdaftar dan diakui secara internasional sebagai satu-satunya kota yang memiliki branding sebagai Kota Rempah. Ini merupakan suatu kekuatan yang selalu membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk komunitas-komunitas kreatif. Sebagai bentuk dukungan bagi komunitas kreatif khususnya para sineas lokal maka pemerintah kota Ternate pada momentum perayaan hari jadi kota Ternate ke-772 tahun pada bulan Desember nanti akan membuat lomba film pada setiap kelurahan dengan tematik kota rempah, pungkas Risal yang populer dikenal sebagai bapak komunitas Ternate.

Narasumber talkshow makin cakap digital.

Sementara itu, Abdul Djalil Djayali, S.T., M.Kom (akademisi Aikom Ternate) mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 30-an% dari populasi jumlah penduduk Maluku Utara adalah para pengguna digital. Akan tetapi hal ini bukan berarti lamban jumlahnya melainkan terus meningkat sehingga sangatlah diperlukan peran orang tua dalam melakukan pengawasan dalam penggunaan layanan internet dan digital. Dimana ada sebuah gejala yang dikenal dengaan istilah “narkolema” atau narkoba lewat mata. Oleh sebab itu maka aktivitas penggunaan internet dan digital perlu mendapat pengawasan dari pihak orang tua jika tidak maka hal tersebut bisa berdampak berbahaya. Sementara itu, dari sudut pandang etika digital, Indonesia sendiri berada di urutan ke 29 dari 30 negara dalam hal indeks etika digital. Realitas ini menunjukan adanya peningkatan kesadaran yang terlahir oleh program-program literasi digital sebagaimana yang sedang diselenggarakan saat ini.

Saya Khoko sebagai salah satu konten kreator yang tampil pada malam itu memberikan wejangan-wejangan menariknya yang berkaitan dengan pengalaman pribadinya dalam menggeluti dunia digital khsusnya dalam hal sebagai konten kreator di Maluku Utara.  Menurut Saya Koko bahwa hal penting dalam membangun sebuah personal branding atau branding komunitas adalah dengan merawat komitmen untuk terus eksis dan berkiprah dalam dunia digital tertentu. Kerja keras dan konsistensi inilah yang akan mampuh mengantarkan seseorang atau sebuah komunitas dapat mampuh bertahan dari berbagai tantangan.

Senada dengan Saya Koko, Thamrin Ali Ibrahim selaku project manager Literaasi Digital Maluku Utara mengemukakan bahwa sebuah branding baik untuk personal branding maupun community branding, kuncinya adalah menjaga relasi hubugan emosional diantara para followernya. Lanjut Thamrin, jika diumpamakan seolah sebuah produk maka branding tertentu yang mampuh dipertahankan akan menjadikan para pelanggannya tak akan lari berpaling meninggalkan. Oleh sebab itu, konsistensi dan merawat hubungan emosional tanpa mengabaikan kualitas dari branding tersebut adalah hal wajib yang harus dijaga oleh setiap pribadi maupun komunitas dalam dunia digital. Oleh sebab itu maka Thamrin bilang, kemampuan cakap digital, etika digital, budaya digital serta keamanan digital patut dimiliki dan disadari oleh setiap pribadi maupun komunitas dalam era transformasi dunia digital yang semakin pesat kemajuannya saat ini. Empat pilar literasi digital tersebut merupakan kuncinya, pungkas Thamrin.

Selain rangkaian acara menarik digelar, diantaranya kehadiran para narasumber dalam sesi talkshow yang menghadirkan berbagai pihak yang berkompeten juga acara malam itu dikemas dengan sangat menarik dengan pemberian hadiah bagi para peserta acara malam itu melalui beberapa pertaanyaan kuis yang dijawab. Selain itu juga penyerahan bantuan pendampingan kepada komunitas Kie Raha Project yang diserahkan langsung oleh tokoh pemuda (Ketua Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Maluku Utara) Bpk. Santrani Abusama sekaligus memberikan testimoni untuk program literasi digital Maluku Utara yang menginspirasi komunitas pemuda yang hadir dimalam itu. Berbagai kemasan acara dimalam itu mampuh menghipnotis para peserta yang bertahan hingga acara berakhir pada pukul 24.00 WIT. Bahkan beberapa peserta yang ikut pada takshow tersebut nampak baru meninggalkan lokasi kegiatan pada pukul 3.00 WIT dinihari. (tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.