MAJANG  

Pemkot Ternate Gelar Sosialisasi dan Evaluasi Perda RPJMD 2021-2026

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman saat menyampaikan sambutan.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemkot Ternate melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar sosialisasi dan evaluasi peraturan daerah nomor 4 tahun 2021 tentang RPJMD Kota Ternate Tahun 2021-2026, bertempat di Royal Resto, Selasa, (20/9).

Dalam sambutannya, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyampaikan dalam ketentuan pasal 29 undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional, mengamanatkan bahwa perencanaan pembangunan disusun secara terpadu oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan dievaluasi sebagai bahan bagi penyusunan rencana pembangunan Daerah.

“Dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah, Pemda harus memperhatikan kewenangan sesuai dengan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, karena Pemda harus mendukung prioritas pembangunan nasional yang menjadi kewenangan nasional,” ujar Tauhid, Selasa (20/9).

Menurutnya, evaluasi dilaksanakan berdasarkan indikator dan sasaran kinerja yang tercantum dalam dokumen rencana pembangunan. Untuk itulah, sosialisasi dan evaluasi dokumen perencanaan RPJMD Kota Ternate Tahun 2021-2026 ini dilaksanakan.

Kemudian, lanjut dia, pelaksanaan sosialisasi dan evaluasi dokumen perencanaan ini memiliki makna strategis yang menentukan arah pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Ternate.

Hal itu telah dilegitimasi dalam pasal 16 ayat (2) peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, yang menyatakan bahwa wali kota menyebarluaskan peraturan daerah tentang RPJMD kepada masyarakat.

“Adapun tata cara pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah yang dilakukan oleh Pemkot Ternate telah berpedoman pada peraturan menteri dalam negeri 86 tahun 2017 tentang tata cara penyusunan RPJMD,” tuturnya.

Sedangkan perencanaan pembangunan daerah dilaksanakan meliputi, pertama, pengendalian dan evaluasi terhadap perumusan kebijakan perencanaan pembangunan daerah. Kedua, pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Ketiga, evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan daerah.

Selain itu, Tauhid menuturkan, arah kebijakan pembangunan dan pentahapan dalam RPJMD Kota Ternate 2021-2026 telah menggambarkan bahwa 14 program prioritas pembangunan Kota Ternate diarahkan pada beberapa hal.

Pertama, pengembangan iklim usaha yang kondusif serta peningkatan daya saing industri kreatif, UMKM dan IKM. Kedua, pembangunan infrastruktur dasar pada wilayah Moti, Hiri dan Batang Dua. Ketiga, mendorong kemudahan akses pasar bagi masyarakat wilayah Moti, Hiri, dan Batang Dua. Keempat, optimalisasi sumber-sumber penerimaan daerah.

Kelima, sambung Tauhid, peningkatan kualitas pelayanan publik. Keenam, pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional. Ketujuh, perlindungan dan pelestarian cagar budaya. Kedelapan, membangun dan menghidupkan entitas keragaman sosial budaya masyarakat. Kesembilan, revitalisasi dan penataan pola ruang kota yang berkelanjutan.

Kesepuluh, industrialisasi pengolahan sampah secara partisipatif. Kesebelas, konservasi sumber daya air. Keduabelas, literasi dan mitigasi kebencanaan. Ketigabelas, pengembangan kota sebagai pusat informasi dan konsolidasi barang/jasa. Terakhir, revitalisasi dan penguatan peran BUMD.

Ia mengaku, esensi dari semua kebijakan program yang termaktub dalam RPJMD Kota Ternate adalah implementasi visi dan misi Ternate Andalan, yaitu mewujudkan Ternate yang mandiri dan berkeadilan.

“Saya berharap dokumen perencanaan dapat tersosialisasi dengan baik, dan dapat meningkatkan kapasitas peserta dalam pemahaman dokumen perencanaan daerah,” harapnya mengakhiri. (udi/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.