Jokowi Diberi Dua Gelar Adat, Kesultanan Minta Presiden Perhatikan Rakyat Kecil

Presiden Joko Widodo didampingi Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah memberikan keterangan usai penobatan gelar adat. (Sekretariat Presiden)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Presiden Joko Widodo diberi dua gelar oleh Kesultanan Ternate dalam kunjungannya ke Maluku Utara. Pemberian dua gelar ini dilaksanakan di Kedaton Kesultanan Ternate, Rabu (28/9) pagi tadi.

Pada kesempatan itu, Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah, mengukuhkan dan menobatkan secara resmi dua gelar tersebut kepada Presiden RI ke 7 itu.

Kedua gelar yang diterima Presiden Jokowi ini yakni gelar Kaicil atau Pangeran. Gelar ini disematkan kepada Presiden untuk menjadi bagian dari keluarga Kesultanan Ternate. Kemudian yang kedua diberi gelar Dada Madopo Malamo atau pemimpin negara besar.

Sultan Ternate, Hidayatullah Mudaffar Sjah usai penobatan itu menyampaikan bahwa setiap pejabat tinggi negara berhak menerima penganugerahan gelar dalam setiap kunjungan ke kedaton, dan ini sudah menjadi tradisi ratusan tahun lamanya.

Sultan menyebut, dengan gelar Dada Madopo Malamo ini sebagai simbol rakyat yang menopang dirinya dan rakyat yang menjadikan dirinya sebagai pemimpin. Karena rakyat juga merasakan kebijakan-kebijakan yang menyentuh, sehingga diberikan gelar Malamo.

“Kata Malamo itu menandakan penghargaan rakyat terhadap pemimpinnya,” terangnya.

Sultan memberikan gelar ini kepada Presiden dengan harapan kebijakannya tetap pro terhadap rakyat, terutama perhatian rakyat kelas menengah kebawah dan mengutamakan persoalan pendidikan.

“Kita tahu rakyat kita yang di pelosok otaknya pandai-pandai, hanya sulit mendapat biaya pendidikan. Sehingga kita susah menimba ilmu setinggi-tingginya. Ke depan, di masa jabatan Presiden akan berakhir ini agar bagaimana bisa menciptakan pendidikan murah,” harapnya.

“Pak Presiden juga berpesan ke saya dan perangkat adat Kesultanan agar tolong dijaga kedaton ini. Sebab ini merupakan aset bangsa dan budaya yang sudah kokoh 300 tahun silam,” sambungnya mengakhiri.

Sekadar diketahui, setelah kegiatan di Kedaton Kesultanan Ternate, selanjutnya Presiden menuju Pasar Bahari Berkesan dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Ternate untuk menyerahkan bantuan sosial sekaligus mengecek penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) kepada para penerima manfaat.

Setelah itu, Presiden dan rombongan terbatas menuju Bandara Sultan Babullah Ternate untuk kemudian lepas landas ke Kabupaten Halmahera Barat. Setibanya di sana, Presiden akan bertemu masyarakat di Kantor Pos Jailolo dan Pasar Rakyat Jailolo.

“Beliau juga mendatangi kantor pos setempat yaitu Kantor Pos Jailolo di mana memastikan juga bantuan-bantuan sudah sampai ke masyarakat dan tentunya menyapa kembali di Pasar Halmahera Barat, Pasar Jailolo,” ujar Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono.

Presiden Jokowi kemudian akan lepas landas ke Kota Tidore Kepulauan untuk melakukan kunjungan ke Pasar Galala dan Kantor Pos Desa Guraping, untuk melaksanakan hal serupa. Kemudian menuju ke Sofifi untuk meresmikan UKM Mart.

Setelah seluruh agenda kegiatan di Provinsi Maluku Utara selesai, Presiden beserta rombongan terbatas akan menuju Helipad Kompi Khusus, Kota Tidore Kepulauan untuk lepas landas ke Kota Ternate. Setibanya di Bandara Sultan Babullah Ternate, Presiden beserta rombongan akan lepas landas untuk kembali ke Jakarta. (udi/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *