MAJANG  

Pemkot Ternate Sosialisasi Penanganan Sampah Partisipatif di Bastiong Karance

Suasana sosialisasi penanganan sampah di Kelurahan Bastiong Karance

PENAMALUT.COM, TERNATE – Pemerintah Kota Ternate melakukan sosialisasi terkait penanganan sampah berbasis opartisipatif kepada warga RT 02/RW 01 Kelurahan Bastiong Karance, Kecamatan Ternate Selatan. Sosialisasi ini guna mengurangi sampah yang tertumpuk di lingkungan.

Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman pada kesempata itu juga meminta kepada Dinas PUPR segera menyelesaikan cepat pembangunan trans depo yang ada di Kalumata, sehingga sampah sampah di Bastiong Karance bisa terurai.

“Saya kira ini salah satu solusinya. Saya imbau kepada masyarakat coba buat upaya-upaya seperti tulisan provokatif (tidak membuang sampah merupakan ibadah). Itu ucap-ucapan edukasi penting, siapa tahu menggugah masyarakat untuk berupaya menciptakan kehidupan bersih di lingkungan yang ada,” ujarnya, Kamis (20/10).

Menurut dia, hal ini lebih jauh beradab, karena ini edukasi paling bagus dalam rangka mewujudkan kondisi lingkungan yang bersih. Kebersihan itu faktor paling utama, sehingga banyak hal diinginkan pada masyarakat, ia harus memenuhinya dengan segala keterbatasan yang ada, namun penanganan sampah berbasis partisipasi bisa mendorong faktor kebersihan dan menjadi pola kebiasaan.

“Sampah berbasis partisipasi semestinya masyarakat tidak boleh menjadi hambatan melakukan upaya pembersihan pada setiap momen-momen tertentu saja tapi setiap saat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menambahkan, pihaknya akan melakukan intervensi kegiatan tersebut dalam konteks perencanaan.

“Jadi nanti dalam konteks teknis itu OPD-OPD lain yang lakukan, sehingga fungsi kami (Bappelitbangda) itu di perencanaan,” ujar Rizal.

Rizal bilang, sosialisasi ini bertujuan untuk mempersiapkan program tersebut dan dihadirkan langsung para petugas pembawa armada roda tiga. Sehingga nanti jika armada ini sudah dibagikan, maka mereka siap melaksanakan tugas-tugasnya.

“Secara tehnis pemaparan sosialisasi saya sudah sampaikan di dua kecamatan sebelumnya, yakin Ternate Utara dan Tengah. Terkait dengan waktu pungut, pembawaan armada yang mempunyai sif pengangkutan dan upahnya berapa,” jelasnya.

Lanjut dia, di tahun ini juga ada empat trans depo pembangunan sampah, namun masih juga dikeluhkan oleh warga. Sehingga itu target pihaknya setiap tahun akan terus dilakukan penambahan trans depo.

Saat ini untuk Kecamatan Ternate Selatan sudah mempunyai tiga trans depo untuk melayani 16 kelurahan di Ternate Selatan. Tujuannya untuk mengurangi volume sampah di setiap kelurahan yang ada itu. Untuk pembagian zona pengangkut juga dibagi, di mana roda tiga fokusnya di gang-gang kelurahan, sedangkan untuk jalan umum nanti langsung diangkut oleh truk sampah DLH.

“Ke depan truk besar sampah tak lagi masuk lingkungan warga. Karena lingkungan nanti sudah jadi tugas kendaraan roda tiga untuk mengangkut lalu di bawa ke trans depo, kemudian trans depo diangkut buang ke TPA,” pungkasnya. (udi)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *