Direktur RS Islam Muhammadiyah Mendadak Diganti

Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Maluku Utara. (Karno/NMG)

PENAMALUT.COM, Ternate – Polemik Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Maluku Utara, mengenai gaji staf dan pegawai medis yang belum kunjung dibayar dua bulan ini kelihatannya belum ada titik terang.

Lihat saja, buntut dari gaji tenaga medis ini ternyata ada kaitannya dengan pergantian Direktur Rumah Sakit Islam Muhammadiyah, dr. Wirda Albaar, secara mendadak.

Salah satu sumber dari pihak tenaga medis yang enggan disebut namanya menuturkan, dibalik ancaman pemboikotan pelayanan oleh tenaga kesehatan ini, ternyata pihak Yayasan secara mendadak memberhentikan dr. Wirda Albaar sebagai Direktur RS Islam Muhammadiyah.

“Kalau cuma jasa itu kami tidak akan mogok kerja. Hak kami yang tidak dibayar ini karena Badan Pengurus Harian (BPH) Muhammadiyah tidak suka Direktur, sehingga mereka tahan dana. Sekarang Direktur diberhentikan mendadak,” ungkapnya kepada Nuansa Media Grup (NMG), Jumat (28/10).

Terpisah, Ketua BPH RS Islam Muhammadiyah, Ishak Jamaluddin, mengatakan persoalan keuangan sepenuhnya diberikan ke RS dan tidak ada intervensi dari BPH. Sehingga itu, terkait dengan pembayaran upah pegawai, kini belum bisa dipastikan kapan pembayarannya karena adanya keterbatasan anggaran.

Ketua BPH RS Islam Muhammadiyah, Ishak Jamaluddin. (Karno/NMG)

“Kita belum bisa pastikan kapan bisa bayar, yang jelas di sini BPJS sudah jalan kalau ada penerimaan, kalau tidak Yayasan tetap bayar. Setiap laporan yang disampaikan tetap diusahakan, tapi kita punya usaha terbatas juga,” jelasnya.

“Jadi Rumah Sakit ini semua pengelolaan keuangan itu mereka yang kelola. Mereka tidak pernah setor ke Yayasan. Terkait masalah kayak begini, seharusnya diselesaikan internal dulu setelah itu baru disampaikan ke BPH. Walaupun mereka juga sering minta bantuan ke Yayasan, seperti bulan kemarin kita bantu Rp 150 juta untuk memenuhi kekurangan-kekurangan itu,” sambungnya.

Sedangkan isu pergantian Direktur, sambung dia, sejauh ini dirinya belum mendapatkan Surat Pemberhentian (SK) dari Wilayah Muhammadiyah.

“Direktur belum diberhentikan karena belum ada SK pemberhentian. Jadi setahu saya belum ada SK dari wilayah,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku dalam waktu dekat, Direktur RS Islam, dr. Wirda Albaar
bakal diganti sebagai bentuk dari hasil evaluasi.

“Iya benar, karena hasil evaluasi pimpinan wilayah Muhammadiyah supaya lebih maksimal. Mungkin ada evaluasi karena Direktur sendiri menganggap bahwa dia sudah tidak ada lagi di sini. Yang jelas sinyal itu betul kalau sehari dua ada evaluasi,” tandasnya. (ano/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *