Smartphone Film Festival Bercita Rasa FFI Digelar di Taman Film Fort Oranje

Suasana talkshow makin cakap digital oleh narasumber para konten kreator Maluku Utara.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Setelah melewati pembahasan dan penilaian alot dalam tahapan penjurian, dewan juri akhirnya memutuskan nama-nama para pemenang dari Samrtphone Film Festival yang diikuti oleh 20 peserta dan judul film yang berasal dari berbagai daerah di provinsi Maluku Utara. Yang keluarkan sebagai juara adalah kategori juara I diraih oleh Wildhouse dengan judul film Kapur Sekolah, kategori juara II diraih Manunako Production dengan judul film Nukila, kategori juara III diraih Kagan Expedition dengan judul film Welnis, sementara di juara favorit diraih Diah Wailoa dengan judul film Doka Gosora se Bualawa.

Suasana foto bersama para juara smartphone film fest bersama Kadis Kominfo dan Persandian Maluku Utara.

Untuk kategori penulis scenario terbaik diraih oleh Mirna, sedangkan untuk kategori editor terbaik diraih oleh Nurhadi Sentosa. Sebelum dilakukan pengumuman, para nomine peraih juara tersebut, kegiatan diawali dengan talkshow makin cakap digital yang bertajuk Konten Kreatif Berbasis Budaya Lokal dan menghadirkan para konten creator sebagai narasumber yang dipandu oleh moderator Mirna Beladona.

Talkshow makin cakap digital ini diawali dengan mendengarkan sambutan menteri Komunikasi dan Informatika RI. Dalam sambutannya, Johnny G. Plate mengungkapkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika secara konsisten menjalankan program literasi digital untuk memaksimalkan potensi ruang digital sekaligus meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh internet seperti hoax, perundungan, kekerasan seksual, dan berbagai kejahatan siber lainnya.

Selanjutnya, menurut menteri bahwa sejak dilaksanakan tahun 2017, program literasi digital nasional telah menjangkau lebih dari 12,6 juta masyarakat. Pada tahun 2022 kini, akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5 setengah juta masyarakat. Kinerja literasi digital nasional pun mulai menunjukan peningkatan dari segi kualitas. Survei nasional oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Kata Data tahun 2021 menemukan bahwa saat ini indeks literasi digital masyarakat Indonesia berada pada tingkat 3,49 naik dari indeks pada tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,46 namun capaian ini akan terus kita tingkatkan.

Para narasumber yang tak lain adalah para konten creator menyampaikan berbagai hal seputar pengalaman serta berbagi tips kreatif tentang bagaimaa mengelola media sosial yang berbasis budaya lokal. Rahman Muhammad (Tete Ko) memaparkan pengalamannya dalam menggunakan smartphone untuk pembuatan film berjudul Tabea, sebuah film berisikan semangat lokalitas dan budaya masyarakat yang sarat dengan pesan-pesan moral dan isu kelokalan. Demikian pula dengan pemaparan Eko Cahyono (Saya Khoko) yang mengungkapkan alasan dirinya untuk bermedia sosial adalah salah satunya untuk mewariskan nilai-nilai budaya lokal dari para leluhur melalui aspek kebahasaan dan peristilahan dikalangan masyarakat yang berkarakter lokal. Sementara itu, M. Alief Zindane (Pricilia Kharie)  mengungkapkan pengalamannya sejak tahun 2016 untuk tampil mengisi konten di media terutama instagram dengan karakter yang ditampilkan adalah manusia dan budaya lokal dari segi bahasa maupun unsur budaya lainnya. Tak hanya instagram, platform digital lainnyapun semakin dirambah olehnya untuk aktif mengkampanyekan isu-isu dan unsur kebudayaan lokal yang harus dilestarikan.

Hadir pada acara talkshow makin cakap digital tersebut antara lain Kepala Dinas Kominfo dan Persandian provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, para narasumber yang juga konten creator Maluku Utara, para peserta Smartphone Film Festival serta tamu undangan lainnya yang memadati lokasi kegiatan tersebut. Dalam semarak memperingati hari sumpah pemuda, Ketua Pemuda Pancasila Bung Santrani Abusama ikut hadir diantara para tamu undangan yang menempati deretan depan bersama para sineas muda yang turut hadir malam itu.

Manager project Literasi Digital Maluku Utara, Thamrin Ali Ibrahim dalam sambutannya mengatakan bahwa meningkatnya minat para sineas untuk ikut dalam gelaran Smartphone Film Festival adalah bukti pemuda Maluku Utara makin cakap digital. Menurut Thamrin bahwa meningkatnya animo para sineas lokal telah mampak sejak dilakukan kegiatan workshop tentang Smartphone Film Festival pada beberapa waktu lalu dengan jumlah peserta 230 orang. Dari jumlah ini menyisahkan 20 peserta yang ikut kompetisi  ajang film pendek menggunakan smartphone tersebut dan para juri yang melakukan prosesi penilaian atas puluhan karya para sineas tersebut dilakukan secara professional dan independen sesuai kompetensi dan keahlian yang dimiliki oleh para dewan juri.

Kepala Dinas Kominfo dan Persandian provinsi Maluku Utara dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi Maluku Utara mengapresiasi kerja kampanye literasi digital yang dilaksanakan oleh manajemen project literasi digital di provinsi Maluku Utara. Karena hal ini sangat membantu untuk menciptakan tatanan masyarakat yang makin cakap digital ditengah transformasi digital yang menggeliat saat ini. Apresiasi dan respon publik nampak terhadap gelaran takshow makin cakap digital dan smartphone film festival, tidak hanya mereka yang awam terhadap dunia film melainkan pula para penggiat dunia perfilman dan vidiografer di provinsi Maluku Utara ikut menyemarakkan acara talkshow yang digelar. Para narasumber dalam talkshow yang terdiri dari konten creator Maluku Utara tersebut seolah menampilkan pembahasan yang menarik ditengah masyarakat sehingga memunculkan berbagai diskusi dikalangan para sineas dan vidiografer meskipun acara talkshow telah berakhir dan merekapun seolah enggan meninggalkan lokasi acara hingga pukul 01.30 WIT dini hari. (rii)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *